RadarBuleleng.id - Ada-ada saja tingkah Warga Negara Asing (WNA) yang sedang berlibur di Bali.
Seperti yang dilakukan Navarrgo Gutierrez, 36, asal Spanyol, dan Kolombia Andrea Toro Lopez, 23, asal Kolombia.
Bule yang juga pasangan kekasih ini memesan makanan di restoran, tapi menolak membayar. Sehingga keduanya dipolisikan.
Ternyata keduanya bukan hanya sekali mencoba makan gratis di restoran. Melainkan sudah berkali-kali, sehingga membuat para pengusaha restoran kesal.
Baca Juga: Dihipnotis Bule, Warung di Tejakula Buleleng Rugi Rp 5 Juta
Terakhir, pasangan ini beraksi pada Kamis (6/6/2024) malam lalu. Keduanya disebut memesan makanan di Warung Made, Desa Ungasan, Kuta Selatan.
Setelah menikmati makanan, bukannya membayar, mereka justru kabur dari warung tersebut.
Pemilik warung terpaksa melakukan pengejaran ketika mengetahui keduanya kabur. Beruntung pemilik warung berhasil mengejar keduanya.
Pasangan itu kemudian dibawa ke tempat makan. Pemilik warung berusaha persuasif dan meminta keduanya membayar. Namun pasangan itu menolak.
Baca Juga: Bule Kere! Menolak Bayar Spa di Bali, Akhirnya Dideportasi Imigrasi
Kesal dengan ulah keduanya, pemilik warung akhirnya memilih melapor ke Polsek Kuta Selatan.
Pihak kepolisian pun langsung menjemput kedua bule tersebut di Warung Made.
Dari hasil penelusuran polisi, ternyata keduanya bukan hanya kerap menipu para pemilik rumah makan.
Mereka juga belum membayar tempat menginap mereka di Oyo Berlian Hotel Ungasan. Keduanya sudah menghuni penginapan itu selama 20 hari. Mereka menolak membayar karena tidak memiliki uang.
Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi mengatakan, dari hasil penelusuran polisi aksi kedua bule itu sudah sangat meresahkan.
Menurut Sukadi, di Warung Made keduanya memesan makanan senilai Rp 200 ribu, namun menolak membayar.
Bukan hanya di Warung Made, bule itu juga pernah makan di Indiana Cuisine Jalan Raya Uluwatu Pecatu lalu kabur. Dampaknya pemilik restoran mengalami kerugian Rp 680 ribu.
Selain kedua restoran itu, ada sederet restoran lain yang jadi korban. Yakni Warung Bisrot di Jalan Bali Cliff Pecatu yang merugi Rp 225 ribu, Warung House Lounge & Bar di Jalan Raya Uluwatu Ungasan yang merugi Rp 318 ribu.
Tak hanya itu, perusahaan rental motor juga mengalami rugi Rp 800 ribu, karena hingga kini sepeda motor yang dikendarai bule itu belum dibayar.
“Ketika ditagih, mereka selalu menunda. Alasannya masih menunggu transferan lewat Western Union,” kata Sukadi.
Karena ulah keduanya, polisi memilih menyerahkan kedua bule itu kepada Kantor Imigrasi Ngurah Rai untuk proses lebih lanjut. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya