Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Gudang LPG Oplosan di Bali yang Meledak Ternyata Sudah Beroperasi Sejak 2006

Andre Sulla • Selasa, 11 Juni 2024 | 00:09 WIB

 

SERPIHAN TABUNG GAS: Sejumlah aparat dan warga berupaya memadamkan api yang berkobar di gudang gas elpiji di Cargo Denpasar Minggu (9/6/2024).
SERPIHAN TABUNG GAS: Sejumlah aparat dan warga berupaya memadamkan api yang berkobar di gudang gas elpiji di Cargo Denpasar Minggu (9/6/2024).

RadarBuleleng.id - Fakta baru terungkap dari peristiwa meledaknya gudang gas LPG yang terjadi di Jalan Cargo Taman, Denpasar.

Gudang tersebut ternyata sudah beroperasi sejak lama. Pertamina juga memastikan bila gudang tersebut merupakan gudang gas LPG oplosan.

Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur Bali dan Nusa Tenggara,  Ahad Rahedi mengatakan pihaknya sudah melakukan pengecekan ke lokasi gudang yang terbakar.

Dari hasil pengecekan, diduga kuat gudang tersebut merupakan gudang LPG oplosan. 

Pertamina menyatakan gudang itu tidak terdaftar sebagai agen maupun pangkalan LPG. Baik itu LPG bersubsidi maupun non subsidi.

“Diduga tempat tersebut merupakan tempat praktik pengoplosan,” kata Rahedi, sebagaimana dikutip dari ANTARA.

Baca Juga: Karma itu Nyata! Gudang Gas LPG Oplosan di Bali Meledak, 18 Orang Alami Luka Bakar Serius

Dugaan praktik pengoplosan itu semakin kuat. Lantaran di gudang tersebut ditemukan tabung LPG berbagai ukuran. Mulai dari 3 kg, 12 kg, hingga 50 kg.

Kepala Dusun Umasari, Desa Ubung Kaja, Bimantara Ari Sugandi menyebut kebakaran itu sudah ada sejak lama. Gudang itu sudah ada sejak dirinya belum menjadi kepala dusun di sana.

Dia mengaku hanya sekali masuk ke dalam gudang tersebut, Saat itu ia mendapati ada banyak tabung LPG di sana.

Hanya saja dia tidak tahu apakah gudang itu punya izin atau tidak. Namun sepengetahuan dirinya, tidak ada papan penanda agen maupun pangkalan LPG di sana.

"Saya tahunya itu gudang agen gas LPG. Apakah ada izinnya atau tidak saya tidak punya kewenangan untuk itu," ujarnya.

Sementara itu seorang warga setempat,  Surya, menyebut gudang LPG itu sudah beroperasi sejak tahun 2006 lalu.

Gudang tersebut pernah digerebek polisi karena diduga melakukan pengoplosan gas LPG. 

Setelah digerebek, aktivitas di gudang semakin tertutup. Warga menduga gudang tersebut kembali buka secara sembunyi-sembunyi. 

"Seingat saya tahun 2006 sudah ada oplos gas di situ. Apakah ada izin atau tidak saya tidak tahu. Dulu pernah digerebek polisi, katanya ada pengoplosan,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan menerangkan, dalam peristiwa tersebut terdapat 18 korban sedang dirawat intensif di beberapa rumah sakit.

Diantaranya ada 3 orang yang dirawat di RSU Surya Usada Ubung, 4 orang dirawat di RSUD Mangusada Badung, 1 orang dirawat di RSUD Wangaya, 2 orang dirawat di RS Bali Med Denpasar, dan 8 orang di RS Prof. Ngoerah Sanglah.

Korban merupakan karyawan di gudang tersebut. Rata-rata mengalami luka bakar serius.

"Kami masih tunggu hasil Labfor biar jelas," kata Jansen. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#lpg #gudang #LPG oplosan #gas #lpg bersubsidi