radarbuleleng.id- Memasuki musim kemarau, kebakaran lahan di Kabupaten Karangasem, Bali mulai terjadi.
Rabu (19/6) kemarin, lahan kosong di Banjar Dinas Kerta Buana, Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu terbakar. Kondisi ini membuat masyarakat khawatir, mengingat lahan tersebut cukup dekat dengan pemukiman warga.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarta) Kabupaten Karangasem, I Made Agus Budiyasa mengatakan, kebakaran lahan tersebut menimbulkan kepulan asap sehingga sangat mengganggu masyarakat yang bermukim di dekat lahan terbakar.
"Selain mengganggu karena asap, juga mengkhawatirkan apabila tidak segera ditangani. Bisa menjalar ke pemukiman," bebernya.
Pasca menerima laporan pada pukul 10.00, pihaknya menerjunkan 10 orang personel dengan empat unit armada pemadam kebakaran untuk melakukan penanganan.
"Selama pemadaman, kami menghasbiskan kurang lebih 19 ribu liter air," kata Budiyasa.
Luas lahan yang terbakar akibat kejadian diperkirakan mencapai 50 are lebih. Beruntung tidak sampai menjalar kepemukiman.
"Karena cukup dekat dengan pemukiman. Astungkara bisa ditangani dengan cepat," ungkapnya.
Disinggung penyebab kebakaran, Agus Budiyasa menduga, kebakaran lahan dipicu adanya aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan warga sekitar.
"Kemungkinan pas bakar sampah itu tidak dipantau. Sehingga api menjalar dan membakar lahan. Atau kemungkinan terbawa angin," tuturnya.
Dia mengimbau kepada warga agar tidak melakukan aktivitas yang bisa memicu kebakaran.
Seperti membakar sampah sembarangan, hingga membuang puntung rokok secara sembarangan.
"Terlebih ini memasuki kemarau. Banyak lahan kosong yang dituumbuhi rumputan kering, ialalng mudah terbakar. Ini harus diperhatikan. Apalagi Kubu ini menjadi langganan kebakaran lahan setiap kali musim kemarau tiba," tandasnya.***
Editor : Donny Tabelak