Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Guru Besar Universitas Warmadewa Sebut Pembangunan Bandara Rusak Lingkungan

Marsellus Pampur • Selasa, 16 Juli 2024 | 21:11 WIB

 

Ilustrasi bandara di atas laut di Buleleng, Bali.
Ilustrasi bandara di atas laut di Buleleng, Bali.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Rencana pembangunan bandara baru di Bali Utara masih menimbulkan pro dan kontra.

Pihak yang pro menganggap bahwa pembangunan bandara akan berdampak positif pada perekonomian, lapangan kerja, hingga keseimbangan ekonomi.

Hanya saja, ada pula dampak negatif dari pembangunan secara masif. Salah satunya adalah dampak buruk terhadap lingkungan.

Hal itu diungkap guru besar di Universitas Warmadewa (Unwar) Denpasar, Prof. I Made Sara. Ia menyebut pembangunan bandara harus dikaji secara komprehensif, terutama dari aspek lingkungan.

"Dampak lingkungan yang timbul seperti hilangnya habitat flora dan fauna, pencemaran air, hilangnya lahan pertanian yang produktif, dan kebisingan," kata Sara.

Baca Juga: Soal Pembangunan Bandara Baru di Buleleng, Wayan Koster Tak Ingin Seperti Bandara di Kertajati Jawa Barat

Menurutnya, apabila ingin menciptakan keseimbangan ekonomi antara Bali Utara dengan Bali Selatan, pembangunan bandara bukanlah satu-satunya jalan.

Ia menyebut hal yang perlu dilakukan justru peningkatan aksesibilitas dari Bali Selatan menuju Bali Utara.

“Kalau melihat potensi di Bali Utara, justru peningkatan aksesibilitas bisa meningkatkan pertumbuhan pariwisata dan akhirnya menciptakan lapangan kerja. Tidak harus membuat bandara baru," katanya.

Ia menyebut sejak dulu sudah terdapat blue print pengembangan pariwisata wilayah Bali. Dalam blue print tersebut, pengembangan wilayah disesuaikan dengan karakteristik.

Baca Juga: Isu Bandara Ramai Jelang Pemilihan, Begini Jawaban Direktur BIBU Panji Sakti

Sara mengatakan sejak awal pembangunan pariwisata di Bali Selatan memang diproyeksikan dengan wisata modern nan glamour serta gemerlap.

Sementara wilayah Bali Timur, dikembangkan menjadi kawasan pariwisata spiritual dengan mengedepankan ajaran agama Hindu.

Selanjutnya kawasan Bali Barat dikembangkan sebagai wisata petualangan dengan mengedepankan keunikan flora dan fauna.

Terakhir, kawasan Bali Utara dikembangkan menjadi kawasan agro tourism dan wisata minat khusus.

“Aksesibilitas kan sudah ada shortcut dan akan ada Jalan Tol Denpasar-Gilimanuk. Kalau mau jalur penerbangan, tinggal menata kembali lapangan terbang Letkol Wisnu,” imbuhnya.

Asal tahu saja, belum lama ini isu pembangunan bandara baru di Bali Utara kembali berhembus. Isu itu dihembuskan PT Bali Internasional Bali Utara (BIBU) Panji Sakti.

Dirut PT BIBU Panji Sakti, Erwanto Sad Adiatmoko mengatakan, proses ground breaking rencana pembangunan bandara tinggal menunggu jadwal dari presiden. 

Dia memasang target pembangunan Bandara Bali Utara harus rampung pada tahun 2026 mendatang.

Ia menyebut pembangunan akan dilakukan di wilayah Desa Kubutambahan, Buleleng. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#lingkungan #bandara #guru besar #buleleng #Universitas Warmadewa