Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Tangani Sampah Organik, PHDI Siapkan “Teba Modern” di Pura

Ni Made Ari Rismaya Dewi • Rabu, 24 Juli 2024 | 00:05 WIB
TEBA MODERN: Fasilitas teba modern yang terpasang di Pura Lokanatha. Fasilitas serupa akan dipasang di pura-pura lainnya.
TEBA MODERN: Fasilitas teba modern yang terpasang di Pura Lokanatha. Fasilitas serupa akan dipasang di pura-pura lainnya.

RadarBuleleng.id - Kesadaran publik mengelola sampah secara mandiri, semakin tumbuh. Bukan hanya di rumah tangga, tapi juga di tempat ibadah.

Seperti yang dilakukan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Denpasar. Lembaga umat itu mendorong pengolahan sampah organik berbasis tempat ibadah.

PHDI mendorong setiap pura dilengkapi dengan teba modern untuk pengelolaan sampah organik.

Fasilitas teba modern itu telah tersedia di Pura Lokanatha. Tercatat ada lima titik teba modern di sana.

Setiap teba modern memiliki kedalaman hingga 2 meter. Fasilitas itu dapat dimanfaatkan untuk meja kopi, juga berfungsi sebagai resapan air.

Baca Juga: Staf DLH Buleleng Menabung Sampah, Hasilnya Jadi Buah hingga Emas

Rencananya fasilitas serupa juga akan dipasang di 200 pura lainnya.

Ketua Harian PHDI Denpasar, I Made Arka mengatakan, rencana pengelolaan sampah organik dengan teba modern sudah dibahas sejak dua tahun lalu.

"Tujuannya agar kami dari PHDI bisa memberikan sesuatu yang berharga untuk umat kami," kata Arka saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin (22/7/2024). 

Menurut Arka, ajaran Hindu sangat kental dengan tri hita karana. Salah satunya menjaga hubungan manusia dengan alam.

Dengan menyediakan teba modern di rumah ibadah, maka sisa-sisa upakara seperti canang atau banten, bisa dikelola di teba modern.

Baca Juga: Sampah Organik Dominasi Sampah Hari Raya Galungan, Sebelumnya Capai 150 Ton

“Apalagi kalau sudah piodalan atau rahinan jagat, seperti Galungan, itu sampah organik menumpuk 20 persen. Makanya supaya efektif, kami terpikir mengelola menggunakan teba vertikal,” ujarnya.

Lebih lanjut Arka mengatakan, pemerintah telah menyanggupi membangun 200 titik teba modern di pura-pura yang ada di Denpasar. 

Fasilitas itu diprioritaskan di Pura Kahyangan Tiga milik desa adat di wilayah Kota Denpasar.

"Intinya kami membuat teba modern agar sampah sedikit keluar, dengan tujuan sampah organik yang ada di pura. Karena kami di PHDI harus fokusnya ke pura dulu," kata Arka. 

Nantinya sampah-sampah yang terkumpul di teba modern  dapat dimanfaatkan sebagai pupuk modern dalam pengelolaan taman di wewidangan pura. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#hindu #teba modern #denpasar #organik #phdi #sampah #pura