Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Amor Ing Acintya. Mantan Bupati Jembrana Tutup Usia. Disebut Berasal dari Buleleng

Andre Sulla • Jumat, 9 Agustus 2024 | 13:59 WIB

 

MISTERIUS:  Rumah yang dihuni mantan Bupati Jembrana, Ida Bagus Ardana di Jalan Gurita IV, Sesetan, Denpasar.
MISTERIUS: Rumah yang dihuni mantan Bupati Jembrana, Ida Bagus Ardana di Jalan Gurita IV, Sesetan, Denpasar.

RadarBuleleng.id - Mantan Bupati Jembrana,  ida Bagus Ardana, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di rumahnya yang terletak di Jalan Gurita IV, Kelurahan Sesetan, Denpasar,  Bali.

Selain Ida Bagus Ardana, sang istri juga ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Informasi soal meninggalnya mantan pucuk pimpinan di Pemkab Jembrana itu mencuat pada Kamis (8/82024) malam.

Sekitar pukul 19.30 Kamis malam, polisi berpakaian dinas maupun berpakaian preman masuk ke rumah tersebut. 

Polisi juga langsung memasang garis polisi. Belakangan warga baru tahu bila penghuni rumah sudah meninggal dunia. 

RadarBali.id melaporkan, kediaman tersebut dijaga polisi. Sejumlah sanak keluarga datang ke lokasi dan diizinkan masuk, namun pintu kembali ditutup.

Sekitar pukul 23.00, dua unit ambulance milik BPBD datang ke tempat kejadian. Selanjutnya jenazah Ardana dan istri dievakuasi ke RS Prof. Ngoerah Sanglah pada pukul 23.30 malam.

Sayangnya pihak keluarga, tidak berkomentar ketika diwawancarai awak media. 

Meninggalnya Ida Bagus Ardana diketahui oleh menantu mereka. Penyebabnya, Ardana dan istri tidak ada kabar lebih dari sehari.

Pihak keluarga kemudian berinisiatif mendatangi rumah tinggal Ardana di Lingkungan Karya Dharma, Sesetan.

Ternyata rumah dalam kondisi pagar terkunci. Keluarga sempat menghubungi Ardana, namun tidak ada jawaban.

Mereka kemudian berinisiatif masuk ke dalam rumah. Ternyata di dalam rumah keduanya sudah ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Kepala Lingkungan Karya Dharma, Putu Gede Igar Bramandita mengaku baru tahu ada warganya yang meninggal setelah dikontak polisi.

Menurutnya, sang menantu datang ke rumah tersebut karena sudah beberapa hari mertuanya tidak bisa dihubungi. Karena kondisi sepi, sang menantu terpaksa lompat pagar.

Saat mengetuk pintu, menantu mendiang mencium bau busuk. Karena curiga, menantunya menghubungi Pecalang, Babinsa, hingga Polsek Denpasar Selatan. 

Sembari menunggu polisi, ia dan warga sekitar membongkar kunci gerbang memakai gerinda. 

Selanjutnya kaling bersama menantu korban masuk untuk mengecek. Ternyata jenazah Ardana ditemukan di dapur dalam kondisi membusuk dan terlihat ada bercak darah. Sementara, sang istri berada di dalam kamar yang terkunci. 

"Setahu warga yang tinggal  terdekat, memang selama tiga hari belakangan rumah sepi. Pintu tertutup dan sama sekali tidak ada aktivitas," katanya.

Bram mengaku tidak tahu pasti apakah Ardana mengalami sakit atau hal yang lain.

"Biar tidak salah, silahkan konfirmasi sama polisi soal darah dan dugaan lain," ujarnya. 

Asal tahu saja,  Ida Bagus Ardana merupakan mantan Bupati Jembrana periode 1980-1990.

Dia sempat menjabat sebagai Sekretaris Wilayah Daerah (Sekwilda) Tingkat II Jembrana. Belakangan dia dipercaya sebagai Bupati Jembrana.

Ida Bagus Ardana diketahui berasal dari Kabupaten Buleleng. Informasinya dia berasal dari Kelurahan Liligundi, Singaraja. 

Karena tugasnya sebagai PNS, dia merantau ke Jembrana hingga duduk sebagai Bupati. Setelah purna tugas, Ida Bagus Ardana memutuskan tinggal di Denpasar. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #sesetan #mantan bupati #jembrana #denpasar #Liligundi #buleleng