RadarBuleleng.id - Tingkah Warga Negara Asing (WNA) di Bali semakin beranekaragam. Bukan hanya liburan, namun ada juga yang berusaha.
Masalahnya, sejumlah WNA ditengarai melakukan aktivitas usaha yang ilegal. Mereka mengantongi visa sebagai wisatawan, namun beraktivitas sebagai pengusaha.
Terbaru, sebuah villa di kawasan Tibubeneng, disulap menjadi playgroup khusus bagi WNA. Playgroup itu ditengarai dikelola oleh seorang WNA asal Ukraina.
Pantauan awak media di di lokasi, terlihat gedung vila lantai tiga di Gang Jalak XI Tibubeneng Kuta Utara, dijadikan pusat pendidikan anak.
Di depan pintu pagar gedung vila ini tertancap baliho besar bertuliskan nama pusat pendidikan tersebut.
Di depan gang masuk juga terpasang plang penunjuk arah ke dalam gang. Plang itu tertulis nama lembaga pendidikan.
Selain itu di bagian depan kawasan itu juga tertulis plang sewa villa karena kawasan ini merupakan kawasan pemukiman dan villa yang dihuni para ekspatriat.
Warga menyebut saban pagi aktivitas di rumah tersebut cukup mencurigakan. Karena banyak WNA yang mengantarkan anak-anak mereka, lalu menjemputnya pada siang hari.
"Sudah beberapa bulan ini sering melihat orang tua bule antar anak-anak ke vila tersebut. Kami lihat memang ada aktivitas anak bule di situ," ujar warga.
Aktivitas itu mendapat sorotan dari Anggota DPRD Badung, Wayan Puspanegara. Ia meminta agar Pemkab Badung, Imigrasi, Polda Bali, dan Tim Pengawasan Orang Asing (PORA) segera datang ke lokasi.
Apalagi menurut dia, pemerintah Badung harus segera bersikap karena terjadi penyalahgunaan akomodasi properti vila untuk kepentingan operasional sekolah.
"Yang jelas aturan vila yang peruntukannya untuk akomodasi bukan untuk sekolah. Tidak sesuai peruntukannya. Artinya kita minta supervisi, evaluasi, monitoring dari unit terkait harus lebih agresif karena ada kelemahan di sini," tegas Puspanegara. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya