Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Mantap! Tiga Pemuda Bali Berhasil Raih Program CIGPro 2024

Eka Prasetya • Senin, 26 Agustus 2024 | 02:27 WIB
PEDULI LINGKUNGAN: Pemuda Bali yang berhasil lolos CIGPro 2024. Dari kiri, I Made Dwi Pramana, Komang Anik Sugiani, dan Gede Praja Mahardika.
PEDULI LINGKUNGAN: Pemuda Bali yang berhasil lolos CIGPro 2024. Dari kiri, I Made Dwi Pramana, Komang Anik Sugiani, dan Gede Praja Mahardika.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Sebanyak tiga orang pemuda asal Bali, berhasil lolos dalam program CIGPro atau Climate Innovation Generation Program 2024.

Dalam program tersebut, para pemuda diminta melakukan aksi nyata dalam melakukan program inovasi untuk melakukan mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

Mereka adalah Gede Praja Mahardika dan Komang Anik Sugiani yang berasal dari Buleleng, serta I Made Dwi Pramana (Badung).

CIGPro merupakan program yang digelar Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yang notabene lembaga di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kegiatan (LHK). 

Mereka yang terpilih, berhak mengikuti kegiatan pembekalan dan pendampingan yang berlangsung di Jakarta pada 22-25 Agustus 2025.

Salah seorang peserta, Gede Praja Mahardika mengatakan, untuk dapat lolos dalam program tersebut, pihaknya harus mengikuti seleksi yang sangat ketat.

Pihaknya harus menyusun proposal dan menunjukkan aksi nyata yang telah dilakukan dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Aksi nyata saja tidak cukup, tapi juga harus dilakukan secara berkelanjutan.

Awalnya ada 350 proposal dari seluruh Indonesia yang masuk. Setelah proses seleksi, ada 80 proposal dari 23 provinsi yang diterima. Sebanyak tiga proposal diantaranya dari Bali.

“Yang berhasil lolos itu rata-rata kader konservasi, penyuluh lingkungan, peraih kalpataru atau adiwiyata, ada juga dari mahasiswa pecinta lingkungan,” kata Praja saat dihubungi dari Singaraja, Minggu (25/8/2024).

Menurut Praja, program-program yang muncul selama proses pelatihan itu cukup banyak. Mulai dari penanaman pohon, pengolahan sampah, konservasi, hingga pemanfaatan energi terbarukan.

Selanjutnya setelah pelatihan, para peserta diharapkan kembali ke daerahnya masing-masing, lalu mengimplementasikan program secara kontinu.

“Nanti kami diminta mengadakan kegiatan, sesuai dengan proposal yang kami kirimkan. Entah itu konservasi, penanaman pohon, atau pengolahan sampah,” demikian Praja. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #pemuda #perubahan iklim #kementerian lingkungan hidup dan kehutanan