GIANYAR, radarbuleleng.id-Kerajinan kulit untuk wayang dan asesoris di Ubud kian digemari oleh wisatawan.
Tak hanya dibeli sebagai oleh-oleh, minat ingin tau para wisatawan terhadap proses kreatif pembuatan wayang kulit dan asesoris berbahan kulit asli juga cukup tinggi. Tak jarang mereka juga terlibat langsung dalam gelaran workshop.
Ida Bagus Putra Baruna, salah satu seniman asal Ubud yang berkecimpung di dunia pembuatan wayang kulit mengatakan, dalam sebulan dirinya bersama rumah kreatifnya yakni Oka Kartini Art Centre bisa puluhan kali menggelar workshop.
”Kami bisa 20 kali sebulan gelar workshop. Umumnya mereka wisatawan mancanegara," katanya di sela kegiatan workshop dalam rangka 250 tahun produsen sandal asal Jerman, Birkenstock di Ubud, Rabu (4/9) sore.
Dalam kegiatan yang digelar di Titik Dua Space bertemakan sustainability itu, dia mengatakan bahwa yang menggemari kesenian pembuatan wayang kulit dan asesoris berbahan kulit ini juga digemari wisatawan domestik.
Seperti kemarin, puluhan wisatawan dari Jakarta dan pihak Birkenstock terlibat langsung dalam workshop pembuatan asesoris berbahan kulit sapi ini.
”Minat wisatawan terhadap kesenian ini memang tinggi, dari wisatawan lokal juga. Bahannya dari kulit sapi," ujarnya.
Menurutnya, tak jarang juga profesor atau guru besar dari berbagai kampus di Indonesia ikut workshop yang dibuatnya.
Nantinya para profesor atau dosen tersebut akan membawa pulang ilmu yang mereka dapat selama workshop dan ditularkan kepada mahasiswa di kampus.
Putra Baruna berpendapat, jika apa yang dilakukannya bersama Oka Kartini Art Centre saat ini juga adalah bagian dari edukasi.
Dimana dia menciptakan produk seni menggunakan bahan ramah lingkungan, yakni kulit sapi yang dibuang.
Hal ini juga lah yang membuat Oka Kartini Art Centre dilirik oleh Birkenstock, perusahaan asal Jerman untuk bekerja sama menggelar workshop membuat asesoris seperti gelang tangan berbahan kulit sapi.***
Editor : Donny Tabelak