Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Video Penari Joged Bumbung Viral, Disbud Bali Buka Suara

Ni Kadek Novi Febriani • Jumat, 27 September 2024 | 15:01 WIB

 

Penari joged  bumbung  diperlakukan tak senonoh oleh penonton. Terungkap dalam video yang tersebar di media sosial.
Penari joged bumbung diperlakukan tak senonoh oleh penonton. Terungkap dalam video yang tersebar di media sosial.

DENPASAR, radarbuleleng.id- Penari joged  bumbung  diperlakukan tak senonoh oleh penonton. Terungkap dalam video yang tersebar di media sosial.

Penari Joged Bumbung yang sedang tampil dicium pipinya. Padahal dari video itu, penari tampil sewajarnya dari tarian dan pakaian.

Saat sedang menari, ada penonton nyelonong dari belakang langsung mencium pipi penari. Sontak penari tersebut  terkejut, langsung berhenti sebentar  sembari memegang pipinya.

Kendati kesal, penari tersebut melanjutkan menari joged bumbung meski menahan amarah.

Dikonfirmasi Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Prof.  I Gede Arya Sugiartha menyesali ada yang berbuat tidak beretika kepada penari. Ia menilai itu terjadi karena dampak joged bumbung yang jaruh.  

“Kan tidak semua joged bergerak tidak senonoh akhirnya penonton men-stigma dan mengeneralisir jadi semua joged bisa dicium diperlakukan seperti itu,” ungkapnya Kamis kemarin (26/9).  

Seharusnya,kata dia, ngibing saja tidak usah bertindak demikian. Mantan Rektor ISI Denpasar ini menyalahkan maraknya joged tidak senonoh. Padahal banyak yang menari joged sesuai pakem.

” Perbandingan hanya 10 persen saja, begitu yang viral kan yang 10 persen itu yang vulgar,” cetusnya.

Prof Sugiartha juga mengakui sulit mengendalikan penonton seperti itu terlebih terjadi di depan umum. Dampak sebaran konten joged jaruh di media sosial tidak bisa dikontrol.

Diharapkan masyarakat supaya tidak mencontoh perbuatan tersebut. Mencium joged dimuka umum tidak beretika dan membuat persepsi salah tentang joged.

Dinas Kebudaydan diakuinya telah gencar melakukan sosialisasi mengenai joged. Baik secara langsung atau melalui bendesa adat.

“Edukasi sudah melewati Bendesa Adat, mengumpulkan penari joged, edaran, Paiketan Krama Bali bahkan membuat semacam kutukan untuk joged-joged yang merusak moral,” tandasnya.***

Editor : Donny Tabelak
#joged bumbung #joged jaruh #dinas kebudayaan bali #penari