Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Animasi Berjudul Made The Lost Spirit Ternyata Karya Anak Muda Bali, Dibuat dari Studio Animasi Sederhana

Marsellus Nabunome Pampur • Minggu, 29 September 2024 | 03:05 WIB

 

Ida Bagus Ista Krisna saat ditemui di studio animasinya.
Ida Bagus Ista Krisna saat ditemui di studio animasinya.

DENPASAR, radarbuleleng.id-Kemampuan anak muda Bali dalam dunia animasi ternyata tak bisa dianggap sepele.

Adalah Ida Bagus Ista Krisna. Pemuda 22 tahun yang kini masih menempuh pendidikan di bangku kuliah ini berhasil membuat sebuah animasi berjudul Made The Lost Spirit. 

Film animasi yang teasernya sudah ditanlyangkan di media sosial ini terinspirasi dari Hari Raya Galungan.

Karya yang akan saat ini diupayakan bisa dijadikan film dan series ini menceritakan seorang anak bernama Made. 

Made ingin mengembalikan keadaan desanya yang telah dihancurkan oleh Mahluk Kala di Bali.

Dia ingin mengembalikan kondisi desanya dengan cara menyatukan kembali komponen Penjor dari desanya yang sudah hilang.

”Dia ditemani roh baik berupa barong bernama Dharma," ungkapnya singkat saat ditemui di studio animasinya di Denpasar beberpaa hari lalu.

Saat ini, teaser yang telah dirilis dari karya tersebut berdurasi dua menit.

Rencananya karya ini akan dijadikan series sebanyak 16 episode dan full movie untuk bioskop.

Dengan kualitas dan tekad kuat, sayangnya saat Krisna yang juga disuport oleh beberapa kawannya belum mendapatkan sponsor untuk bisa membantu biaya produksi.

Padahal, jika dilihat sepintas dari teaser yang telah dirilis, kualitas karya animasi ini tak kalah bagus dari film-film animasi yang diproduksi oleh studio Amerika atau Eropa.

Padahal, fasilitas seperti studio workshop yang dimilikinya jauh dari kata memadai. Kendati demikian, di media sosial, karya itu mendapatkan banyak tanggapan positif dari netizen.

”Saat ini kami masih mencari investor. Masih menunggu pendanaan untuk investor. Ada beberapa menyatakan tertarik saja. 

Sekarang saya lagi mencicil pengerjaan full movie dan episode dan saya masih mencicil karakternya sebisa saya sesuai fasilitas yang ada. Karena fasilitas sekarang ini jauh banget di bawah spesifikasi," ungkapnya.

Lantas apa yang membuat Krisna bisa menciptakan karya animasi yang kualitasnya tak kalah karya studio animasi terkemuka di dunia? Mahasiswa yang saat ini kuliah di Institut Desain dan Bisnis di Denpasar ini dulunyan ternyata pernah bekerja studio animasi yang berbasis di Toronto. 

Studio animasi bernama Brown Bag Films itu memiliki cabang di Bali.

Di sana, Krisna sempat bekerja selama beberapa tahun dan belajar banyak hal. Dia bahkan sempat terlibat dalam pembuatan salah satu film animasi yang diproduksi oleh studio tersebut. Film animasi itu ditayangkan di platform Netflix.

Sebelum bekerja di studio animasi tersebut, dia pernah menempuh pendidikan setingkat SMA di SMK Rus yang terletak di Kudus, Jawa Tengah.

Di sana dia mempelajari banyak hal terkait proses pembuatan animasi. Kini guna mewujudkan mimpinya menyelesaikan film Made The Lost Spirit, Krisna dibantu oleh belasan rekan mahasiswanya.

Selain itu ada juga beberapa anak magang yang saat ini belajar di studio animasi sederhana miliknya yang ikut membantu.

”Kami di studio ada beberapa teman-teman dari anak-anak magang dan dari  kampus yang sama," pungkasnya.***

Editor : Donny Tabelak
#animasi #galungan #film animasi