Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Belajar Mandarin di Beijing, Saat Bahasa Inggris Tak Lagi Banyak Membantu

Eka Prasetya
Penulis: Eka Prasetya❯
BELAJAR BAHASA MANDARIN: Jurnalis peserta CIPCC dari kawasan Asia Pasifik dan Karibia saat mengikuti kelas Bahasa Mandarin dasar di Renmin University of China pada Senin (18/5/2026). (Eka Prasetya/Radar Buleleng)
BELAJAR BAHASA MANDARIN: Jurnalis peserta CIPCC dari kawasan Asia Pasifik dan Karibia saat mengikuti kelas Bahasa Mandarin dasar di Renmin University of China pada Senin (18/5/2026). (Eka Prasetya/Radar Buleleng)

Advertisement

 

Jurnalis Radar Buleleng, Eka Prasetya, mendapat kesempatan mengikuti program China International Press Communication Centre (CIPCC). Program ini diikuti 100 jurnalis dari 90 negara. Ia akan tinggal di Beijing, Tiongkok, hingga bulan Agustus mendatang. Berikut catatan perjalanannya.

RadarBuleleng.id - Bahasa Inggris yang selama ini terasa cukup ampuh untuk bepergian ke luar negeri, mendadak seperti kehilangan kesaktiannya saat saya tiba di Tiongkok (China).

Advertisement

Setidaknya itu yang saya rasakan sejak pertama kali mendarat di Shanghai hingga akhirnya menetap sementara di Beijing.

Di Bali, mencari orang yang memahami Bahasa Inggris bukan perkara sulit. Bahkan banyak warga yang mungkin tak terlalu fasih berbicara, tetapi masih cukup mengerti maksud lawan bicara. 

Terlebih mereka yang bekerja di hotel, restoran, atau sektor pelayanan publik. Bahasa Inggris sudah seperti “bahasa kedua” di kawasan wisata.

Advertisement

Namun situasinya berbeda di Tiongkok.

Saat berada di Bandara Pudong Shanghai maupun Beijing Capital Airport, komunikasi dalam Bahasa Inggris memang masih memungkinkan. 

Petugas bandara cukup komunikatif dan memahami pertanyaan dasar para pelancong asing.

Tetapi semuanya berubah ketika saya memasuki kawasan kampus Renmin University of China di Beijing.

Advertisement
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng

Artikel Terkait

Di Beijing, Herbal Bukan Sekadar Obat, tapi Sudah Menjadi Gaya Hidup

Di Beijing, Herbal Bukan Sekadar Obat, tapi Sudah Menjadi Gaya Hidup

Catatan perjalanan di Beijing tentang budaya herbal di Tiongkok. Mulai dari kopi, roti, hingga bantal tidur, semuanya akrab dengan rempah dan Traditional Chinese Medicine.

Semangkuk Mie Instan di Beijing Jadi Obat Rindu Kampung Halaman

Semangkuk Mie Instan di Beijing Jadi Obat Rindu Kampung Halaman

Catatan perjalanan di Beijing tentang semangkuk Indomie, mahasiswa Indonesia di Renmin University, dan rasa rindu kampung halaman yang mendadak pulang lewat cita rasa Nusantara.

Musim Semi Datang, Kampus di Beijing Jadi Lautan Bunga

Musim Semi Datang, Kampus di Beijing Jadi Lautan Bunga

Musim semi membuat kampus Renmin University of China di Beijing dipenuhi bunga bermekaran. Suasana sejuk dan estetik dimanfaatkan mahasiswa hingga warga berburu foto.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer