Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Lapor Pak! Kurang dari 10 Bulan, Ada 49 Orang Tewas di Jalan Denpasar - Gilimanuk

Muhammad Basir • Rabu, 16 Oktober 2024 | 15:05 WIB
Ilustrasi, kecelakaan maut acap terjadi di jalur tengkorak Jalan Denpasar - Gilimanuk.
Ilustrasi, kecelakaan maut acap terjadi di jalur tengkorak Jalan Denpasar - Gilimanuk.

radarbuleleng.id - Kasus kecelakaan terjadi sebanyak 388 kasus dari bulan Januari hingga awal Oktober tahun ini.

Sebanyak 49 orang diantaranya tewas di jalan karena kecelakaan yang disebabkan luka fatal. Terbanyak kecelakaan di jalur tengkorak Jalan Denpasar - Gilimanuk.

Kasatlantas Polres Jembrana AKP Oktamawan Abrianto menjelaskan bahwa Jalan Denpasar - Gilimanuk merupakan jalur rawan kecelakaan lalu lintas.

Hampir setiap tahun terjadi kasus kecelakaan dan cenderung meningkat, karena jumlah kendaraan meningkat sedangkan sarana jalan masih tetap.

”Dari bulan Januari hingga pertengahan bulan Oktober ini saja, sudah terjadi 388 kasus kecelakaan,” ujarnya, Selasa (15/10).

Kecelakaan yang terjadi, dari total 388 kasus tersebut sebanyak 49 orang tewas, luka berat 1 orang dan 501 orang dan kerugian materi sekitar Rp 1,8 miliar.

Kecelakaan yang terbanyak melibatkan roda dua. ”Kecelakaan lalu lintas terbanyak terjadi di Jalan Denpasar - Gilimanuk,” terangnya.

Kasus kecelakaan tabrak lari, juga banyak terjadi dengan jumlah sebanyak 22 kasus, salah satunya korban tabrak lari tewas.

Kecelakaan lalu lintas kategori tabrak lari ini, kendala pengungkapan minimnya saksi dan bukti tambahan berupa rekaman CCTV. Sehingga, polisi kehilangan jejak mengungkap pelaku tabrak lari.

Kasatlantas menambahkan, kecelakan yang terjadi di jalur tengkorak Denpasar - Gilimanuk faktor utamanya adalah human error atau kelalaian dari pengendara.

Misalnya mengendara dalam kondisi mengantuk atau pengendara melaju dengan kecepatan tinggi dan pelanggaran lalu lintas lainnya.

Selain itu, faktor kendaraan yang tidak laik jalan juga menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan. Ditambah dengan sarana dan prasarana jalan, mulai dari infrastruktur jalan dan penerangan jalan.

”Ada tiga faktor utama penyebab kecelakaan lalu lintas, terbanyak karena human error,” tegasnya.

Pihaknya sudah melakukan sejumlah upaya untuk menekan terjadinya kecelakaan lalu lintas ini.

Sosialisasi keselamatan berlalu lintas sudah ditekankan, terutama pada siswa dan masyarakat umum.

Sedangkan untuk kecelakaan yang disebabkan oleh faktor sarana dan prasarana jalan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten melalui dinas terkait agar dilakukan penataan dan perbaikan saran prasarana jalan.

Terkait dengan operasi zebra agung yang digelar mulai Senin (14/10) lalu, hari pertama sudah menindak 48 pelanggar, dengan tindakan 18 tilang dan 30 teguran.

Pelanggaran terbanyak tidak mengunakan helm dan pelanggar paling banyak usia 16-21 tahun.

”Operasi zebra agung ini selama dua Minggu, sebagai salah atau upaya menekan terjadinya kecelakaan lalu lintas," tandasnya.***

Editor : Donny Tabelak
#Jalan Denpasar - Gilimanuk #kecelakaan #jalur tengkorak #polres jembrana