SUKASADA, RadarBuleleng.id - Presenter sekaligus produser di Kompas TV, Ni Luh Puspa mendapat kepercayaan sebagai wakil menteri dalam kabinet Prabowo Subianto.
Ni Luh Puspa tampak datang ke kediaman pribadi Prabowo di Hambalang pada Kamis (18/10/2024). Saat itu ia mengenakan baju batik.
Pada momen tersebut, Ni Luh Puspa mengikuti orientasi sekaligus pembekalan wakil menteri.
Sosok Ni Luh Puspa sudah tidak asing lagi. Dia merupakan presenter sekaligus produser pada acara “Ni Luh” di Kompas TV.
Dalam acara tersebut, dia kerap melakukan liputan mendalam maupun investigasi terkait praktik korupsi, maupun hal-hal yang menarik perhatian publik.
Baca Juga: Prabowo Tunjuk Wanita asal Desa Selat, Buleleng, Jadi Wakil Menteri
Ni Luh datang dari keluarga sederhana. Ia merupakan wanita Bali tulen. Dia berasal dari Banjar Dinas Bululada, Desa Selat, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.
Dia lahir di Desa Selat. Namun saat usia tiga bulan, diajak orang tuanya merantau ke Mamuju untuk berkebun karet.
Karena gagal, keluarganya pun morat-marit. Orang tua Ni Luh memutuskan mengajak Ni Luh kembali ke Buleleng.
Selanjutnya Ni Luh diasuh oleh kakek dan neneknya. Sementara orang tuanya memilih bertahan di Sulawesi.
“Waktu itu kami terpaksa pindah tempat. Saya cari profesi lain. Mau pulang ke Bali malu, karena merantau tidak berhasil. Akhirnya Ni Luh saya titipkan sama kakek neneknya,” ungkap Ketut Sulastra, ayah dari Ni Luh.
Beranjak dewasa, Ni Luh memutuskan kuliah di STIE Nobel Makassar. Dia sempat bekerja di iNews Makassar, sebelum akhirnya berlabuh di Kompas TV Makassar.
“Waktu bekerja di Kompas, anak saya itu kerja untuk wilayah Timur. Jadi sudah biasa ke Maluku, Papua,” ungkap pria yang akrab disapa Jro Sutana itu.
Selanjutnya wanita kelahiran November 1986 itu mendapat kesempatan bergabung dengan Kompas TV pusat yang berbasis di Jakarta. Sehingga sejak 2015, dia menetap di Jakarta.
Meski demikian, Ni Luh selalu menyempatkan diri pulang kampung. Tepatnya saat hari raya Galungan. Terakhir, ia pulang kampung pada September lalu.
Biasanya Ni Luh datang pada penampahan Galungan. Ia menginap semalam. Keesokan harinya, Ni Luh melakukan persembahyangan bersama keluarga. Kemudian sore harinya kembali ke Jakarta.
Jro Sutana juga mengungkap fakta baru. Ia menyebut, nama asli anaknya bukanlah Ni Luh Puspa. Nama aslinya adalah Ni Luh Enik Ermawati, sesuai dengan yang tercatat dalam data kependudukan.
Sutana mengatakan, dulu saat di rantauan, ia sengaja menyembunyikan identitas asli anaknya. Hal itu dilakukan untuk menghindari dampak negatif secara niskala.
Ketika itu anaknya lebih banyak dipanggil Ni Luh. Kemudian saat bekerja di Kompas TV, sering dipanggil Puspa. Sehingga Ni Luh kini lebih dikenal dengan nama Ni Luh Puspa.
Lebih lanjut Sutana mengatakan, dirinya mendoakan agar putri sulungnya bisa bertugas dengan baik.
“Biar tidak ada halangan. Tetap lancar selama pembekalan di Hambalang. Sampai nanti dilantik hari Senin,” ungkapnya.
Pihak keluarga telah menyiapkan serangkaian acara, apabila Ni Luh pulang kampung ke Desa Selat.
Keluarga akan mengajak Ni Luh bersembahyang di Pura Pemulungan Agung Desa Selat. Selanjutnya Ni Luh akan melakukan persembahyangan di merajan kawitan yang terletak di Songan, Kintamani.
“Memohon restu kepada Ida Bhatara dan leluhur. Intinya memohon supaya apa yang dikerjakan mendapat kelancaran. Apa yang dimohonkan, bisa dikabulkan,” demikian Sutana.
Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden terpilih, Prabowo Subianto menunjuk wanita asal Buleleng, Ni Luh Puspa sebagai wakil menteri. Konon dia ditunjuk mengisi kursi Wakil Menteri Pariwisata.
Penunjukkan Ni Luh Puspa menjadi kejutan. Sebab dia tidak sempat dipanggil bertemu dengan Prabowo.
Bahkan saat para calon menteri dan calon wakil menteri menghadap pada Rabu (16/10/2024), Ni Luh Puspa masih membawakan acara siaran langsung di studio Kompas TV.
Pada sore harinya, Ni Luh mendapat panggilan ke Hambalang. Dia diminta datang ke Hambalang pada Kamis (17/10/2024), untuk mengikuti pembekalan.
Sebelum setuju menjadi wakil menteri, Ni Luh sempat menghubungi orang tuanya di Desa Selat.
Orang tuanya memberikan restu dan dukungan. Mereka meminta agar Ni Luh bertugas sebaik mungkin. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya