Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Musim Semi Datang, Kampus di Beijing Jadi Lautan Bunga

Eka Prasetya
Penulis: Eka Prasetya❯
KEBUN BUNGA: Semarak bunga bermekaran di salah satu kebun di areal Renmin University of China. Saat ini Tiongkok sedang masuk musim semi. (Eka Prasetya/Radar Buleleng)
KEBUN BUNGA: Semarak bunga bermekaran di salah satu kebun di areal Renmin University of China. Saat ini Tiongkok sedang masuk musim semi. (Eka Prasetya/Radar Buleleng)

Advertisement

Jurnalis Radar Buleleng, Eka Prasetya, mendapat kesempatan mengikuti program China International Press Communication Centre (CIPCC). Program ini diikuti 100 jurnalis dari 90 negara. Ia akan tinggal di Beijing, Tiongkok, hingga bulan Agustus mendatang. Berikut catatan perjalanannya.

RadarBuleleng.id - Pagi itu udara di Beijing terasa begitu ramah. Tidak terlalu dingin, tetapi juga jauh dari rasa gerah. 

Angin berhembus pelan menyapu pepohonan di kawasan Renmin University of China. Sinar matahari jatuh di antara deretan bunga yang mulai bermekaran di hampir setiap sudut kampus.

Advertisement

Sulit membayangkan. Beberapa hari sebelumnya suhu di ibu kota Tiongkok itu sempat terasa menyengat. 

Saat pertama kali saya tiba untuk mengikuti program CIPCC pada Senin (11/5/2026), suhu udara bahkan menyentuh 32 derajat Celsius. 

Cuaca panas langsung menyambut langkah pertama saya di Negeri Tirai Bambu.

Advertisement

Namun, Beijing rupanya sedang menunjukkan wajah musim seminya.

Sejak Kamis (14/5/2026) sore, suhu mulai turun drastis. Tengah malam hari itu termometer di ponsel saya menunjukkan angka 16 derajat Celcius. 

Keesokan paginya suhu kembali naik menjadi 28 derajat, lalu bertahan di kisaran 23 hingga 25 derajat pada siang hari. Sejuk. Nyaman. Dan membuat siapa pun betah berlama-lama di luar ruangan.

Sabtu (16/5/2026) pagi, suasana kampus terasa berbeda. Taman-taman dipenuhi bunga warna-warni. Merah muda menjadi warna yang paling dominan. 

Advertisement
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng

Artikel Terkait

Mencari SIM Card di Negeri Tirai Bambu. Tak Ada WhatsApp, Tak Ada Google

Mencari SIM Card di Negeri Tirai Bambu. Tak Ada WhatsApp, Tak Ada Google

Pengalaman mencari SIM card di Tiongkok ternyata tak semudah di Bali. Dari scan wajah hingga aplikasi yang diblokir, jurnalis asal Buleleng ini merasakan langsung uniknya sistem digital Negeri Tirai Bambu.

Berawal dari Telepon Dua Menit, Jurnalis Radar Buleleng Kini Belajar di Beijing

Berawal dari Telepon Dua Menit, Jurnalis Radar Buleleng Kini Belajar di Beijing

Kisah jurnalis Bali yang pertama kali mendapat kesempatan belajar jurnalistik di Tiongkok lewat program CIPCC dan tinggal di Beijing selama tiga bulan.

Dari 88 Negara, Bertemu di Tiongkok, Berpisah dengan Cerita 

Dari 88 Negara, Bertemu di Tiongkok, Berpisah dengan Cerita 

Tiga bulan bersama, 96 jurnalis dari 88 negara akhirnya berpamitan dalam penutupan CIPCC 2026 di Beijing. Membawa pulang pengalaman jurnalistik sekaligus persahabatan lintas negara.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer