Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Pengelola SPBU di Bali Diduga Jadi Mafia BBM, Pertamina Turun Tangan Investigasi

Tim Redaksi • Minggu, 20 Oktober 2024 | 22:39 WIB

 

Petugas salah satu SPBU di Denpasar, melayani pembelian BBM subsidi pemerintah menggunakan Tandon Air yang ada di dalam mobil boks, Rabu malam 16 Oktober 2024.
Petugas salah satu SPBU di Denpasar, melayani pembelian BBM subsidi pemerintah menggunakan Tandon Air yang ada di dalam mobil boks, Rabu malam 16 Oktober 2024.

RadarBuleleng.id - Pertamina Patra Niaga turun tangan melakukan investigasi, menyusul dugaan praktik mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi pada salah satu SPBU di Bali.

Pertamina akan melakukan investigasi mendalam, guna memastikan BBM yang disalurkan tepat sasaran. Bukan diselewengkan seperti hasil temuan masyarakat.

Saat ini Pertamina disebut tengah melakukan investigasi mendalam terkait dengan informasi praktik mafia BBM tersebut.

Manager Communication Relation & CSR PT Pertamina Patra Niaga Region Jatim Bali dan Nusa Tenggara, Ahad Rahedi mengatakan investigasi tengah berjalan.

Ahad menjelaskan, investigasi dilakukan mulai dari pemeriksaan kamera pengawas yang terpasang di SPBU tersebut. 

”Kami sedang cek rekaman CCTV di SPBU," katanya. 

Menurutnya, pembelian BBM bersubsidi menggunakan kemasan sebetulnya bisa saja dimungkinkan. 

Hanya saja, pembelian tersebut wajib melampirkan surat rekomendasi dari lembaga terkait.

Ia mencontohkan pembelian BBM subsidi yang diperuntukkan bagi nelayan. Mereka bisa membeli BBM menggunakan jerigen.

”Pembelian BBM Subsidi dalam kemasan dimungkinkan dengan melampirkan surat rekomendasi dari dinas terkait," ujarnya. 

Pertamina juga akan mencocokan rekaman CCTV di lokasi kejadian dengan waktu kejadian pembelian. Hal ini untuk memastikan apakah dugaan mafia BBM itu benar atau tidak.

”Kami cocokkan dengan waktu pembelian berdasarkan rekaman CCTV untuk memastikan disertai dengan surat rekomendasi atau tidak terlebih dahulu," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah SPBU di kawasan Denpasar Selatan diduga menjadi lokasi praktik mafia BBM.

SPBU tersebut menjual BBM subsidi jenis pertalite kepada pengusaha speedboat yang melayani penyeberangan dari Sanur menuju Nusa Penida, Nusa Lembongan, maupun Gili Trawangan.

Dalam menjalankan aksinya, pengusaha menggunakan mobil box. Di dalam mobil itu, terdapat tandon air dengan kapasitas 2 ton.

Selanjutnya operator SPBU mengisi pertalite ke dalam tandon tersebut. Biasanya praktik itu berlangsung setelah jam 22.00 malam hingga dini hari.

Untuk setiap liter pertalite, operator mengenakan tarif Rp 10.750 dari tarif normal Rp 10.000.

Jumlah BBM yang dijual juga cukup besar. Dari jatah 12 ton, sebanyak 8 ton dijual untuk para pengusaha. Sedangkan 4 ton sisanya untuk masyarakat umum. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#mafia bbm #spbu #bbm #denpasar #bbm bersubsidi #pertalite #cctv #pertamina