Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Diragukan Karena Tidak Satu Komando dengan Prabowo, Begini Penjelasan Wayan Koster

Ni Kadek Novi Febriani • Senin, 28 Oktober 2024 | 00:33 WIB

 

GOTONG ROYONG: Ketua DPD PDI Perjuangan Bali, Wayan Koster
GOTONG ROYONG: Ketua DPD PDI Perjuangan Bali, Wayan Koster

RadarBuleleng.id - Calon Gubernur Bali,  Wayan Koster mendapat sentimen negatif pada Pilkada Bali. Salah satu pemicunya, dia tidak berada dalam gerbong yang sama dengan pemerintahan pusat.

Pada periode pertama, Koster berada dalam gerbong yang sama dengan PDI Perjuangan sebagai partai penguasa. PDIP juga mengantarkan Joko Widodo sebagai Presiden RI.

Tak heran bila selama menjadi Gubernur Bali, Koster mendapat berbagai kucuran program dan dana dari pemerintah pusat.

Kini bandul politik bergeser. Partai Gerindra menjadi partai yang dominan. Partai itu mengantarkan Prabowo Subianto sebagai Presiden RI periode 2024-2029.

Publik pun khawatir Koster tidak bisa merealisasikan programnya, gara-gara tidak berada di gerbong yang sama dengan Prabowo. Alias tidak satu komando.

Terkait hal tersebut, pria asal Desa Sembiran, Buleleng itu pun angkat bicara. Dia yakin kondisi politik di pusat tidak banyak berpengaruh dengan Bali.

Meski tidak berada dalam partai yang sama dengan Presiden, bukan berarti Bali tidak akan kebagian program.

Koster mengklaim sudah cukup lama mengetahui penyusunan program dan anggaran di pusat. Apalagi dia sudah tiga kali duduk di DPR RI.

Ia menyebut ada dana APBN yang terparkir di kementerian. Dana tersebut dapat dialokasikan ke kabupaten dan provinsi.

”Menurut saya, menteri pun punya prioritas untuk pembangunan daerah. Jadi saya kira presiden, gubernur, dan bupati tidak satu partai , saya kira bukan itu pendekatannya. Pendekatannya adalah membangun wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Melindungi masyarakat seluruh Indonesia, diatur dengan konstitusi,” jelas Koster saat ditemui di Bali Tourism Board.

Ia meyakini Presiden Prabowo Subianto adalah sosok yang nasionalis. Sehingga siapapun yang menjadi pemimpin di daerah, akan tetap mendapat perhatian.

“Yang kita tahu bersama, 45 persen devisanya Indonesia dari Bali. Siapa tidak rungu (peduli) dengan Bali. Taruhan saya, semua berkepentingan dengan Bali. Masyarakat dunia berkepentingan dan sayang dengan Bali,” tegasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #pilkada bali #prabowo subianto