Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Masalah Sampah Masih Jadi Momok di Pantai, Sering Dikeluhkan Wisatawan

Marsellus Nabunome Pampur • Senin, 28 Oktober 2024 | 22:05 WIB

 

Komunitas dan aktivis sampah melakukan bersih-bersih di Pantai Jerman, Kuta, Bali.
Komunitas dan aktivis sampah melakukan bersih-bersih di Pantai Jerman, Kuta, Bali.

radarbuleleng.id-Masalah sampah masih menjadi momok untuk obyek wisata pantai. Seperti di pantai Jerman, Kuta.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh I Ketut Werka, Pengelola Pantai Jerman sekaligus Kelian Banjar Adat Segara.

Dia menjelaskan, bahwa fenomena tahunan yang terjadi di Pantai Jerman adalah adanya sampah kiriman.

”Itu yang menjadi masalah kami selama ini karena sampah kiriman selalu terjadi saat musim angin dari barat," katanya di Pantai Jerman, Kuta, Sabtu (26/10).

Dia menjelaskan, bahwa wisatawan sering mengeluh terkait fenomena tahunan itu.

Hal itu karena sebagian besar wisatawan tak tau jika fenomena tersebut memang hampir selalu terjadi tiap tahun, terutama saat angin dari barat. 

”Mereka inginkan pokoknya pantai itu bersih bagaimana caranya. Tetapi kalau sampah kiriman tersebut besar kami pengelola kewalahan menanganinya. Namun tetap kami semaksimal mungkin secara periodik membersihkan sampah kiriman itu," sambungnya.

Saat musim angin barat, sampah kiriman yang ada di pantai Jerman bisa mencapai berton-ton.

Sampah kiriman berupa ranting, batang pohon hingga sampah plastik. Tak jarang juga, pengelola pantai dibantu oleh sejumlah kelompok masyarakat yang dengan tulus ikut membersihkan pantai. 

”Harapan kami yang jelas dari pengelola sangat mengapresiasi dengan adanya kegiatan dari sekelompok masyarakat yang melakukan bersih-bersih pantai,” sambungnya.

Salah satu kelompok yang melakukan aksi bersih pantai tersebut adalah Sea Soldier. Komunitas ini aktif membersihkan sampah di kawasan laut di Indonesia. 

Seperti pada Sabtu lalu (26/10), mereka menggelar aksi pungut sampah di Pantai Jerman bernama Havaianas.

Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati hari World Sustainability day yang jatuh pada 26 Oktober setiap tahunnya. Caroline Putri dari PT. Kanmo Retailindo Representative Havaianas Marcomm Manager menjelaskan, 

program sustainability ini sudah lama lakukan.

Tak jarang di toko mereka juga menerima sumbangan sandal bekas, untuk selanjutnya sandal bekas tersebut dibawa ke tempat daur ulang untuk didaur kembali menjadi barang yang bernilai ekonomis.

Kali ini pantai Jerman dipilih sebagai lokasi bersih-bersih karena menurut mereka pantai tersebut cukup membutuhkan perhatian, terutama maslaah sampah.

”Pantai Jerman dipilih karena hasil diskusi dengan Sea Soldier kira-kira pantai mana yang butuh perhatian dan rekomendasi dari mereka di sini karena banyak sampah puntung rokok. Karena orang Indonesia banyak sekali perokoknya jadi mereka bilang kalau mau lebih tepat di Pantai Jerman dulu," ungkapnya.

Kegiatan seperti ini juga akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Tidak hanya di pantai yang ada di Bali juga, tetapi juga di wilayah lain di Indonesia.

”Ke depannya, untuk program kegiatan lainnya seperti mengedukasi masyarakat dan lain sebagainya itu program jangka panjang. Karena mengubah mindset dan behavior atau karakter orang itu butuh program panjang sehingga kami sementara belum bisa ke arah sana," pungkasnya.***

Editor : Donny Tabelak
#bersihkan sampah #sampah kiriman #Pantai Jerman #pantai kuta