Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Lahan Pertanian Makin Sempit, Produksi Gabah di Bali Anjlok

Marsellus Nabunome Pampur • Senin, 4 November 2024 | 23:37 WIB

 

ALAT TRADISIONAL: Petani menyelesaikan pekerjaaan meratakan tanah, saat akan menanam padi di wilayah Padangsambian Kelod, Denpasar.
ALAT TRADISIONAL: Petani menyelesaikan pekerjaaan meratakan tanah, saat akan menanam padi di wilayah Padangsambian Kelod, Denpasar.

RadarBuleleng.id - Ancaman berkurangnya produksi pangan di Bali semakin nyata. Buktinya produksi gabah di Bali anjlok pada tahun 2024 ini.

Ancaman itu terlihat dari data produksi padi yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Bali.

Pada tahun 2023 lalu, jumlah produksi padi di Bali menyentuh angka 673.581 ton. Angka itu berdasarkan hitungan Gabah Kering Giling (GKG).

Sementara pada tahun 2024, jumlah produksi gabah hanya menyentuh angka 647.966 ton, alias berkurang 25.614 ton dari tahun 2023.

Baca Juga: Hasil Pertanian Tak Sebanding, Petani di Denpasar Bali Ramai-ramai Jual Sawah

Salah satu faktor yang berkontribusi adalah menyusutnya luas tanam padi di Bali. Sejak tahun 2023 hingga tahun 2024, diprediksi ada 1.289 hektare lahan sawah yang mengalami alih fungsi.

Plt. Kepala BPS Bali, Kadek Agus Wirawan menjelaskan, penurunan produksi padi yang cukup besar pada tahun 2024 terjadi di beberapa wilayah. 

Ia menyebut ada enam daerah yang mengalami pengurangan produksi padi. Diantaranya Bangli, Klungkung, Badung, Gianyar, termasuk daerah lumbung beras seperti Jembrana dan Tabanan.

“Peningkatan produksi padi hanya terjadi di wilayah Buleleng, Karangasem, dan Denpasar," kata Agus, kemarin (3/10/2024).

Baca Juga: Beh! Ribuan Sawah di Bali Alih Fungsi. Pemprov Bali Yakin Bali Bisa Mandiri Beras

Ia menyebut, angka produksi gabah itu juga akan berdampak pada angka produksi beras di dalam daerah.

Sepanjang Januari-September 2024, angka produksi beras di Bali hanya menyentuh 263.782 ton beras. 

Sedangkan pada periode Januari-September 2023, produksi beras sebanyak 273.749 ton. Itu artinya terjadi penurunan sebesar 9.967 ton.

Meski begitu, BPS Bali memprediksi masih ada potensi panen hingga 100 ribu ton pada periode waktu yang tersisa.

”Potensi produksi beras sepanjang Oktober−Desember 2024 sebesar 101.643 ton. Dengan demikian, total produksi beras pada 2024 diperkirakan sekitar 365.424 ton. Itu masih lebih rendah sekitar 14 ribu ton, dibandingkan tahun lalu,” tegas Agus Wirawan. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#Alih Fungsi #bali #gabah #pangan #sawah #beras