radarbuleleng.id- Memasuki musim hujan, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali melakukan sejumlah langkah antisipasi.
Selain memberikan himbauan langsung kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan akan bahaya listrik, PLN juga menyiapkan beberapa langkah lain.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali, Eric Rossi Priyo Nugroho menyampaikan, PLN melakukan koordinasi dengan pihak terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali untuk penanganan kondisi cuaca ekstrem di sisi kelistrikan.
Langkah-langkah yang dilakukan PLN meliputi identifikasi dan pemetaan lokasi yang memiliki risiko tinggi khususnya risiko terjadinya gangguan jaringan listrik apabila terjadi bencana.
”Kemudian melakukan penguatan pada jaringan listrik, serta membuka jalur komunikasi percepatan tanggap bencana jika gangguan terjadi," katanya Selasa (10/12).
Sementara itu, Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bali Selatan, I Putu Kariana mengatakan cuaca ekstrem adalah tantangan serius yang membutuhkan langkah antisipatif yang terpadu sehingga sinergi dengan BPBD Bali memungkinkan PLN dapat merespon lebih cepat dan efektif.
“Dengan adanya sinergi ini, kami berharap jika bencana terjadi, dampak dapat diminimalisir khususnya dampak terhadap infrastruktur kelistrikan,” ujarnya.
Kariana menjelaskan bahwa langkah yang dilakukan ini merupakan upaya PLN untuk tetap memastikan masyarakat dapat memperoleh pasokan listrik yang andal, bahkan di tengah tantangan cuaca ekstrem.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin menekankan pentingnya kolaborasi antar lembaga untuk menghadapi tantangan cuaca ekstrem.
”Kami sangat mengapresiasi inisiatif PLN untuk bekerja sama dengan BPBD. Langkah ini menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat Bali, khususnya dalam menjaga keberlanjutan layanan listrik di tengah situasi darurat,” tandas Rentin.***
Editor : Donny Tabelak