radarbuleleng.id- Curah hujan yang tinggi disertai angin kencang membuat wilayah Tabanan terus dibayangi musibah bencana alam.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan mencatat, selama bulan Desemberlebih dari 10 kejadian musibah bencana.
Mulai dari tanah longsor dan pohon tumbang yang tersebar dibeberapa wilayah di Tabanan.
Kejadian tanah longsor mengakibatkan akses jalan warga menjadi terhambat, akibat longsoran tanah menutupi jalan.
Selain itu, tanah longsor juga mengakibat tembok penyengker sebuah pura di daerah Banjar Dinas Piling Kawan, Desa Piling Kecamatan Penebel roboh. Selanjutnya pohon tumbang sendiri membuat akses jalan terhambat.
Kepala BPBD Tabanan I Nyoman Srinadha Giri mengatakan, selama dua pekan ini sejumlah wilayah di Kecamatan masih diguyur hujan lebat yang disertai angin kencang.
Kondisi itulah yang mengakibatkan tanah longsor dan pohon tumbang berpotensi terjadi di Tabanan.
"Hari ini tim reaksi cepat BPBD kami sedang proses penanganan pohon tumbang di Desa Batuaji, karena pohon tumbang berada ditengah badan jalan dan menimpa kabel listrik," ungkapnya, Rabu (18/12).
Tanah longsor dan pohon tumbang masih mengancam ditengah cuaca ekstrem saat ini. Bukan hanya berimbas akses lalu lintas warga saja.
Melainkan pula beberapa kali pohon tumbang terjadi menimpa warung dan rumah warga.
"Tapi bersyukur belum ada korban jiwa dilaporkan hingga saat ini," ucapnya.
Banyak terjadi musibah bencana pada bulan Desember ini pihaknya masih menghitung secara keseluruhan kerugian yang ditimbulkan akibat bencana alam.
"Kami masih hitung kerugian, angka real belum, namun sudah mencapai puluhan juta," tandasnya.***
Editor : Donny Tabelak