RadarBuleleng.id - Cuaca buruk yang terjadi di wilayah Bali selama beberapa pekan belakangan, berdampak pada operasional pelabuhan.
Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk-Ketapang harus menerapkan skema buka tutup untuk menghindari kecelakaan.
Skema buka-tutup biasanya diterapkan saat hujan deras. Karena hujan deras membuat jarak pandang yang terbatas.
Seperti yang terjadi pada Minggu (22/12/2024). Pengelola pelabuhan harus menutup penyeberangan untuk sementara waktu. Penutupan terjadi pada pukul 11.56 WITA.
”Penundaan pelayanan dikarenakan cuaca buruk. Hujan deras dan kabut membuat minimnya jarak pandang,” jelas Koordinator Pengawas Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, I Made Rian Fran Dharma Yudha.
Pada Minggu diketahui turun hujan deras yang menyebabkan Selat Bali berkabut. Ditambah lagi terjadi angin kencang dengan kecepatan angin antara 22-25 knot.
Kondisi tersebut, membuat nakhoda tidak bisa melanjutkan pelayaran. ”Untuk menghindari kecelakan laut, diputuskan untuk menunda pelayaran,” tegasnya.
Setelah satu jam operasional penyeberangan ditutup sementara, sekitar pukul 12.55 WITA, penyeberangan kembali normal.
”Hujan deras sudah reda, angin kembali normal dan kabut mulai hilang. Penyeberangan kembali dibuka,” ujarnya.
Selama penutupan sementara operasional penyeberangan, pantauan di Pelabuhan Gilimanuk tidak terjadi antrian kendaraan yang akan menyeberang menuju Pelabuhan Ketapang. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya