Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Lapor Pak! Desa Adat Bugbug Tingkatkan Kunjungan Wisatawan lewat Festival

Zulfika Rahman • Sabtu, 28 Desember 2024 | 00:16 WIB
Kegiatan Bugbug Festival pada Kamis kemarin (26/12). Desa Adat Bugbug ingin meningkatkan kunjungan wisatawan melalui festival.
Kegiatan Bugbug Festival pada Kamis kemarin (26/12). Desa Adat Bugbug ingin meningkatkan kunjungan wisatawan melalui festival.

radarbuleleng.id- Desa Adat Bugbug, kembali menggelar acara Bugbug Festival yang ke II pada akhir tahun 2024 ini.

Dengan mengusung tema 'Sabdaning Tetamian Lelangit' (Melestarikan Warisan Leluhur).

Desa Adat Bugbug ingin meningkatkan kunjungan wisatawan melalui festival. 

Bugbug Fest ke 2 ini dilaksanakan selama 3 hari. Dimulai sejak tanggal 24 Desember 2024 dan berakhir pada Kamis kemarin (26/12).

Seluruh rangkaian Festival dipusatkan di areal Gapura Sanghyang Ambu, Desa Adat Bugbug. 

Kelihan Desa Adat Bugbug, I Nyoman Purwa Ngurah Arsana mengungkapkan bahwa Bugbug festival akan menjadi kegiatan rutin setiap tahun yang dilaksanakan oleh Desa Adat Bugbug.

Salah satu kegiatan yang dilaksanakan dalam Bugbug Fest adalah Lomba Selonding.

Lomba Selonding sengaja dilaksanakan di Bugbug Festival bertujuan untuk melestarikan budaya leluhur yang keberadaannya memang sakral, sebagai gamelan klasik Bali. 

”Diharapkan melalui Lomba selonding dengan peserta se - Bali ini kedepan mampu menumbuhkan dan meningkatkan kecintaan generasi muda Bali akan musik tradisionalnya,” kata Purwa Ngurah Arsana disela - sela menjelang malam penutupan Bugbug Fest II, Kamis (26/12/2024). 

Ia melanjutkan, Bugbug Festival sengaja di laksanakan di Gapura Sanghyang Ambu, karena Gapura Sanghyang Ambu merupakan pintu gerbang memasuki wilayah kabupaten karangasem.

Jadi Gapura Sanghyang Ambu sebagai ikon selamat datang di Bumi Pariwisata Karangasem. 

Ia juga menginginkan destinasi pariwisata Karangasem semakin berkembang dan beragam agar semakin banyak pilihan wisata bagi wisatawan.

Terlebih berhadapan dengan Gapura Sanghyang Ambu sedang dibangun Pura melanting yang akan menjadi salah satu Pura Melanting terbesar di Bali. 

Sementara itu, Ketua Panitia Bugbug festival II, I Kadek Radiana juga menekankan terkait pelestarian seni dan budaya ditengah era globalisasi dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Dia berharap, kegiatan tersebut bisa menjadi perhatian bagaimana keberlanjutan dalam menjaga warisan leluhur seperti adat, dresta, budaya dan seni agar tetap ajeg.

”Ini juga bisa menjadi daya tarik untui meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bugbug,” harapnya.

Dia menambahkan, kegiatan festival itu tidak hanya bentuk euforia semata. Namun ada misi peran dan dukungan dari Desa Adat untuk menjaga warisan leluhur.

”Berangkat dari kekhawatiran itu, kami Desa Adat Bugbug menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan yang dapat memberikan wadah dalam pelestarian dresta, budaya warisan leluhur Bali terutama seni sebagai peninggalan orang tua kami yang memiliki taksu,” tandasnya.***

Editor : Donny Tabelak
#Desa Bugbug #kunjungan wisatawan #budaya #festival