RadarBuleleng.id - Kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di musim hujan ini. Balai Pelaksana Transportasi Darat (BPTD) Satpel Pelabuhan Gilimanuk meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan kapal yang akan berlayar di Selat Bali.
Apalagi cuaca buruk berpotensi menyebabkan kecelakaan laut pada kapal yang melayani penyeberangan di Selat Bali.
Koordinator Pengawas BPTD Satpel Pelabuhan Gilimanuk, I Made Ria Fran Dharma Yudha mengatakan, setiap saat pihaknya memantau informasi cuaca dari BMKG. Karena keselamatan penyeberangan, dipengaruhi oleh kondisi cuaca perairan.
”Kalau terjadi angin atau hujan, kami juga koordinasi dengan nahkoda untuk mengantisipasi kemungkinan yang terjadi akibat cuaca,” ujarnya, kemarin (22/1/2025).
Baca Juga: Dua Kapal Nelayan Terbakar di Ketapang, Banyuwangi, Satu Terdampar di Selat Bali
BPTD bukan hanya melakukan pengawasan terhadap kondisi cuaca. Tapi juga mengawasi kapal yang melayani penyebarang.
Pengawasan juga berkoordinasi dengan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Gilimanuk atau Syahbandar.
Jika memang sudah sesuai SOP standar keamanan pelayaran diberikan Surat Persetujuan Berlayar (SPB).
Lebih lanjut dijelaskan, Muatan kapal juga menjadi faktor penting. Ketika terjadi gelombang tinggi, muatan kapal rawan roboh.
Karena itu, BPTD menghimbau agar lashing kapal diprioritaskan. Sehingga bisa meminimalisir risiko muatan roboh.
Menurutnya, penyeberangan lintas Gilimanuk-Ketapang dalam beberapa hari terakhir masih normal. Meskipun kerap terjadi hujan deras dan hembusan angin kencang.
”Sampai saat ini masih normal. Angin masih aman untuk penyeberangan dan hujan tidak membuat penyeberangan terganggu. Tapi kami tetap waspadai,” tegasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya