Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Jelang Imlek 2025, Warga Tionghoa Tabanan Gelar Tradisi Sung Sien

Juliadi Radar Bali • Jumat, 24 Januari 2025 | 00:24 WIB
Suasana jelang perayaan Tahun Baru Imlek di Kongco Bio/Vihara Dharma Cattra Tabanan. Umat melakukan pembersihan altar dan tempat persembahyangan.
Suasana jelang perayaan Tahun Baru Imlek di Kongco Bio/Vihara Dharma Cattra Tabanan. Umat melakukan pembersihan altar dan tempat persembahyangan.

Radarbuleleng.jawapos.com-  Sejumlah warga Tionghoa di Tabanan jelang perayaan Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili mulai melakukan pembersihan altar di Kongco bio/Vihara Dharma Cattra Tabanan, Rabu (22/1).

Semua altar dan beberapa patung yang ada di dalam Kongco Bio dibersihkan. Tak hanya itu, umat Tionghoa juga melakukan pemasangan 1.000 lampu lampion dan pernak-pernik lainnya dalam menyambut perayaan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada 29 Januari mendatang. 

Bio Kong atau Pemangku Kongco Bio/Vihara Dharma Cattra Tabana Edi Gunawan mengatakan, melakukan kerja bakti dan pembersihan altar pada Kongco Bio sudah menjadi tradisi setiap tahun warga Tionghoa dalam menyambut Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili. 

Kerja bakti dan pembersihan altar ini dilakukan sebelum enam hari perayaan Imlek digelar atau yang biasanya disebut dengan tradisi Sung Sien. 

"Jadi semua altar yang ada di kongco. Mulai altar, patung budha di Vihara, patung dewa, dewi Pagoda, dewa dapur, tugung dan pohon bordi dibersihkan," ujar Edi Gunawan.

Termasuk pihaknya melakukan pemasangan lampion di Kongco Bio, lilin dan pernak-pernik perayaan Imlek yang identik dengan warna merah. 

Menurut tradisi Sung Sien ini sejatinya sudah dilakukan setiap menjelang Perayaan Imlek. Mengapa harus dibersihkan atlar hingga tempatnya, dengan maksud dan tujuan ketika saat sembahyang di Hari Imlek dengan hati yang bersih.

Yang khusus di Perayaan Imlek ada ketika melakukan persembahyangan harus menggunakan sarana kue keranjang. 

"Kue kerangjang ini harus ada. Kalau dulu dibuat secara bersama oleh warga Tionghoa sekarang tidak, karena sudah banyak dijual," ungkapnya. 

Ia menambahkan sebelum pembersihan altar dan kerja bakti di Kongco Bio dilakukan.

Umat Tionghoa melaksanakan persembahyangan terlebih mengantarkan dewa naik ke atas. Sehingga baru diperbolehkan umat melakukan pembersihan agar tidak mengganggu arca-arca yang ada di Kongco. 

Dengan datangnya Tahun Baru Imlek pihaknya berharap semua umat di dunia dan khususnya Umat Tionghoa di Tabanan semoga selalu diberikan kesehatan, berlimpah rezeki, kemakmuran dan keselamatan. 

Apalagi pada tahun baru Imlek ini melambangkan Shio Ular yang melambangkan kebijaksaan, kecerdikan dan kemampuan beradaptasi. 

Sosok ular adalah keberanian untuk berubah dan menemukan solusi cerdas dalam menghadapi berbagai tantangan. 

"Shio dipercaya bakal membawa semangat baru untuk menciptakan peluang besar mempererat hubungan serta keseimbangan antara ambisi dan nilai-nilai kehidupan," tandasnnya.***

Editor : Donny Tabelak
#tionghoa #tradisi #Kongco #tahun baru imlek #vihara dharma cattra