Radarbuleleng.jawapos.com- Protes dari driver pariwisata terkait tuntutan untuk memberlakukan aturan mobil angkutan khusus online ber-KTP Bali dan wajib plat DK disambut baik oleh aplikator.
Salah satunya datang dari InDrive. Aplikator yang sudah berada di Bali beberapa tahun terakhir ini mengatakan akan mengikuti peraturan yang berlaku baik di skala nasional maupun di tingkat provinsi.
Hal ini disampaikan oleh Ryan Rwanda selaku BD Representative InDrive di Kuta, Badung, Senin (3/2) kemarin.
Dia menjelaskan, bahwa sejauh ini pihaknya selaku aplikator selalu berupaya untuk mengikuti aturan yang ada.
Pihaknya juga mengaku sudah bertemu dengan sejumlah stakholder, pemangku kepentingan hingga pemuka adat di Bali.
”Kami mengikuti aturan yang berlaku baik di nasional maupun di provinsi," tegasnya.
Dia juga mengaku bahwa InDrive siap bersaing secara sehat dengan aplikator lain di Bali.
Sebagai salah satu destinasi wisata utama dunia, menurutnya Bali memiliki kebutuhan transportasi yang tinggi, baik dari wisatawan domestik maupun internasional, serta masyarakat lokal.
”InDrive melihat potensi besar untuk menyediakan alternatif transportasi yang lebih berkeadilan, di mana pengguna dapat bernegosiasi langsung dengan pengemudi tanpa algoritma yang menentukan harga secara sepihak," ujarnya.
Dia melanjutkan, sambutan positif pun sudah dirasakan sejak pihaknya mulai beroperasi di Bali.
”Dengan sistem yang lebih adil dan tanpa komisi terendah saat ini di pasar ride hailing Bali, semakin banyak pengemudi yang tertarik bergabung dengan platform ini. InDrive terus melakukan sosialisasi dan rekrutmen mitra pengemudi untuk memastikan ketersediaan layanan yang optimal di seluruh area Bali," sambungnya.
Sementara itu, Afanasy Petrov selaku BDM SEA & Ride Hailing mengatakan salah satu nilai utama yang membedakan inDrive dari kompetitor adalah kebebasan dan transparansi bagi pengemudi.
Tidak seperti platform ride-hailing lainnya, inDrive tidak menentukan harga secara sepihak dan memiliki komisi paling rendah di pasar ride hailing, sehingga pengemudi dapat menikmati pendapatan yang lebih optimal.
Menurutnya, meski industri ride-hailing di Bali cukup ketat, namun inDrive optimis dengan pendekatan uniknya.
Dengan menawarkan tarif yang lebih fleksibel dan sistem komisi paling rendah, inDrive memberikan alternatif menarik bagi pengguna dan mitra pengemudi.
Pihaknya juga membuka peluang untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai brand di Bali guna meningkatkan kesadaran publik terhadap layanan ini.
”Melalui kerja sama dengan sektor swasta dan inisiatif transportasi berkelanjutan, kami berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi mobilitas di Bali dan meningkatkan pengalaman perjalanan bagi masyarakat serta wisatawan," pungkasnya.***
Editor : Donny Tabelak