GIANYAR, Radarbuleleng.jawapos.com- Pencurian di tempat suci kembali terjadi di Bali. Kali ini, aksi pencurian menyasar Pura Desa Temesi di Banjar Peteluan, Desa Temesi, Kecamatan Gianyar.
Tiga pelinggih yang berada di areal jaba tengah pura dikeruk pada bagian belakang.
Pencuri diduga menyasar pendeman yang biasanya berisi batu permata maupun logam. Kejadian ini pertama kali diketahui oleh juru sapuh (petugas kebersihan) pura pada Jumat lalu (14/2).
Selanjutnya, aksi ini dilaporkan oleh warga ke Polsek Gianyar pada Sabtu (15/2). Menerima laporan, Polsek Gianyar dipimpin oleh Kepala SPKT Aiptu I Nengah Widana beserta piket fungsi langsung mendatangi lokasi kejadian untuk menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Polisi meminta keterangan sejumlah saksi. Antara lain, saksi 1, I Nyoman Suweda, 60, seorang juru sapuh; saksi 2, Jero Mangku Pande Putu Arigangga, 50; dan saksi 3, I Ketut Puspa, 54, selaku PNS asal Banjar Peteluan, Desa Temesi yang merekam kejadian.
Berdasarkan keterangan saksi, pada Jumat (14/2) warga hendak nunas tirta.
Kemudian, juru sapuh yang rutin membersihkan pura melihat tiga Pendeman Pelinggih di jaba tengah tampak dibongkar.
Kejadian ini segera disampaikan kepada jero mangku yang berada di lokasi kejadian.
Jero mangku kemudian memerintahkan juru sapuh untuk mengubur kembali Pendeman pada posisi semula.
Selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada Bandesa Adat Temesi Gusti Made Mastra.
Selanjutnya, dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas Desa Temesi. Oleh petugas, warga disarankan untuk melaporkan kejadian ini ke Polsek Gianyar guna ditindaklanjuti.
Hasil olah TKP, pembongkaran Pendeman Pelinggih terjadi pada tiga Pelinggih di Jaba Tengah. Antara lain, Pelinggih Apit Lawang bagian kanan; Pelinggih Pengayengan Bhatara Basuki; Pelinggih Pengiring Pengayengan Bhatara Basuki.
Menurut keterangan jero mangku, tidak ada Pendeman yang hilang, meskipun terdapat kerugian materiil yang belum dapat diperkirakan. Namun warga pengempon akan menggelar upacara terkait kejadian itu.
Kapolsek Gianyar Kompol Nyoman Sukadana membenarkan kejadian ini. “Anggota masih mendalami,” ujarnya singkat.
Sebagai langkah pencegahan, Bhabinkamtibmas Aipda Ngakan Gede Sukrayana dan Babinsa Desa Temesi Sertu I Wayan Suardika mengimbau kepada warga yang hadir saat olah TKP agar lebih waspada.
”Mengingat minimnya pengawasan dan keamanan di Pura Puseh Desa Temesi,” pungkasnya.***
Editor : Donny Tabelak