Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Perusakan Lingkungan dan Kriminal Makin Marak, Bali Tidak Baik-Baik Saja

Eka Prasetya • Kamis, 20 Februari 2025 | 14:52 WIB
PERLU TINDAKAN TEGAS: Ketua Forum Alumni KMHDI Bali, Sae Tunju. Dia menyatakan kondisi Bali sedang tidak baik-baik saja. Perlu tindakan tegas dari pemimpin Bali.
PERLU TINDAKAN TEGAS: Ketua Forum Alumni KMHDI Bali, Sae Tunju. Dia menyatakan kondisi Bali sedang tidak baik-baik saja. Perlu tindakan tegas dari pemimpin Bali.

RadarBuleleng.id - Maraknya aksi perusakan lingkungan, ditambah lagi aksi kriminalitas yang makin menjadi-jadi, memicu kegelisahan bagi masyarakat Bali.

Pemerintah dituntut mengambil langkah tegas terkait aksi perusakan lingkungan. Aparat keamanan juga harus ambil tindakan tegas terhadap aksi kriminal.

Hal itu diungkapkan Ketua Forum Alumni Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (FA KMHDI) Bali, Sae Tunju.

Ia mengaku sangat prihatin dengan kondisi kerusakan lingkungan di Bali. Tingkah investor memicu benturan dengan masyarakat adat di Bali.

“Orang sudah tidak takut lagi membangun vila di samping tembok pura, menguruk sungai, menutup saluran irigasi. Taksu Bali mulai luntur,” ujarnya.

Belum lagi kasus konflik antara krama di Desa Adat Serangan dengan PT Bali Turtle Island Development (BTID) yang mengelola Kura Kura Bali di kawasan reklamasi Pulau Serangan.

Sesuai bhisama PHDI Pusat, semestinya Pura Sakenan bebas dari bangunan komersial dalam radius 2 kilometer. 

Konflik makin menjadi, karena penyediaan lahan pelaba pura seluas empat hektare yang dijanjikan pihak perusahaan, belum juga terpenuhi.

Saat janji belum dipenuhi, serta bhisama dilanggar, akses masyarakat menuju kawasan yang dikelola BTID justru dibatasi.

“Hal-hal seperti ini akan memicu masalah. Belum lagi hal-hal yang terjadi di kabupaten/kota. Seperti alih fungsi lahan, saluran irigasi yang diuruk,” ujarnya.

Ditambah lagi meningkatnya aksi kriminalitas. Berbagai peristiwa yang terjadi beberapa tahun belakangan, perlu tindakan nyata dari pemimpin di Bali.

Seperti pembunuhan yang terjadi di Jalan Nangka, penyiksaan berujung pembunuhan karena masalah utang piutang, serta pengeroyokan yang membabi buta di tempat hiburan malam.

Dia menegaskan Bali sedang menghadapi masalah kompleks. Sehingga kondisi Bali sedang tidak baik-baik saja.

“Masyarakat Bali memerlukan pemimpin yang berani bertindak menjaga alam, budaya, dan hak masyarakat adat. Termasuk menindak tegas seluruh tindakan kriminal,” tegasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #kriminalitas #kriminal #lingkungan #KMHDI