GIANYAR, Radarbuleleng.jawapos.com- Hujan lebat yang mengguyur wilayah Tegalalang berdampak pada SMP Negeri 2 Tegalalang. Senderan ruang kelas jebol ke jurang sedalam kurang lebih 10 meter.
Kejadian yang berlangsung pada Selasa kemarin (18/2) itu menyebabkan pihak sekolah harus melakukan antisipasi.
Kepala SMP Negeri 2 Tegalalang I Ketut Sutaya Adnyana menjelaskan, bahwa kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 Wita.
Longsor tersebut disebabkan oleh hujan deras disertai angin kencang. Itu membuat tanah uruk yang digunakan untuk pondasi bangunan menjadi tidak stabil.
Pihaknya menduga, di bawah tanah terdapat kemungkinan rembesan air yang memperburuk kondisi tanah dan memberi tekanan pada bangunan.
”Ukuran longsoran cukup besar, sekitar 10 meter tingginya dan 20 meter lebar. Dampaknya sangat dirasakan oleh dua kelas, yakni kelas 7D dan 7E, yang tempat belajarnya berada di area tersebut,” jelas Adnyana.
Demi keselamatan siswa, pihak sekolah segera mengambil tindakan dengan memindahkan para siswa dari ruang kelas yang terancam tersebut.
”Kami sudah melakukan rapat bersama wakil kepala sekolah dan staf pendidik untuk mengambil keputusan cepat. Siswa di kelas tersebut dipindahkan ke ruang lain yang lebih aman, seperti ruang gong yang sudah disiapkan,” tambahnya.
Meskipun tanah di sekitar kelas tampak stabil, sekolah tetap mengimbau agar siswa tidak bermain di sekitar area yang terkena longsor.
Pihak sekolah juga tengah berkoordinasi dengan dinas pendidikan untuk langkah selanjutnya terkait perbaikan dan pengamanan lokasi sekolah.
Sejauh ini, tidak ada korban jiwa atau luka yang dilaporkan akibat kejadian tersebut.
Namun, kejadian ini mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana alam di daerah-daerah yang berada di sekitar tebing atau lereng.***
Editor : Donny Tabelak