Harga Properti di Bali Makin Meroket, Permintaan Juga Tinggi
Marsellus Nabunome Pampur• Selasa, 4 Maret 2025 | 03:05 WIB
Ilustrasi perumahan
DENPASAR, Radarbuleleng.jawapos.com- Harga properti komersial di Bali saat ini kian meningkat.
Hal ini berdasarkan hasil survei Perkembangan Properti Komersial (PPKom), sebagai indikator perkembangan properti komersial yang dilakukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali.
Dari survei tersebut, menunjukan bahwa harga properti komersial yang meningkat ditunjukkan oleh Indeks Harga Properti Komersial Provinsi Bali pada triwulan IV 2024 yang tercatat 122,13.
Jumlah ini tumbuh 8,46 persen year on year dari triwulan yang sama di tahun 2023 dengan indeks sebesar 112,61.
Penyebab utama tumbuhnya harga ini didorong oleh peningkatan harga sewa properti ritel dan apartemen yang masing-masing tumbuh sebesar 14,70 persen year on year dan 8,03 persen year on year.
Sementara itu, harga sewa properti hotel dan perkantoran juga tumbuh masing-masing sebesar 8,36 persen year on year dan 5,06 persen year on year.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja.
”Peningkatan harga properti komersial turut didorong oleh meningkatnya permintaan properti di Provinsi Bali yang ditunjukkan pertumbuhan Indeks Permintaan Properti sebesar 4,18 persen year on year pada triwulan IV 2024. Adapun peningkatan permintaan properti terjadi pada sewa ritel sebesar 38,68 persen year on year, dan sewa perkantoran sebesar 23,94 persen year on year," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja.
Lanjut dia, bahwa permintaan properti di Bali pada triwulan IV 2024 juga mengalami peningkatan atau tumbuh sebesar 2,42 persen secara year on year.
Pertumbuhan ini sendiri berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) terkait pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Bali, lapangan usaha Real Estate pada triwulan IV 2024.
Di sisi lain, Indeks Pasokan Properti Komersial tumbuh terbatas sebesar 2,32 persen year on year dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 3,08 persen year on year.
Tumbuhnya pasokan terutama terjadi pada kategori properti apartemen dan ritel.
”Dalam mendukung pertumbuhan properti yang berkualitas, Bank Indonesia senantiasa mendorong penyaluran kredit atau pembiayaan perbankan melalui penguatan kebijakan makroprudensial antara lain penguatan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, didukung pemantauan harga pasokan dan permintaan properti yang akurat," pungkas Erwin.***