Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Tangani Banjir di Denpasar, Pemerintah Siapkan Anggaran Hingga Rp 78 Miliar

Ni Made Ari Rismaya Dewi • Senin, 10 Maret 2025 | 14:37 WIB

 

BANJIR: Kondisi ketika terjadi banjir di kawasan jalan Gunung Salak dan Dinas PUPR Denpasar akan melakukan antisipasi banjir.
BANJIR: Kondisi ketika terjadi banjir di kawasan jalan Gunung Salak dan Dinas PUPR Denpasar akan melakukan antisipasi banjir.

RadarBuleleng.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar berjanji menangani masalah banjir yang kerap terjadi di Denpasar.

Salah satu langkah strategis yang akan dilakukan adalah pembangunan sistem drainase di penjuru Kota Denpasar. Ada 50 titik drainase yang akan dibangun tahun ini.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kota Denpasar, Gandhi Dhananjaya Suarka mengungkapkan, ada tiga program utama yang akan dijalankan. 

Yaitu pembangunan saluran drainase, operasional dan pemeliharaan drainase, serta pembangunan saluran irigasi.

“Kami membangun saluran drainase di seluruh desa dan kelurahan sesuai hasil Musrenbang. Anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 78 miliar, dan jika tidak ada kendala, pengerjaan akan dimulai pada April,” jelasnya.

Baca Juga: Pipa Air Tersapu Banjir Bandang, Ratusan Keluarga di Tejakula Krisis Air Bersih

Pembangunan ini bertujuan untuk mengatasi banjir dan genangan di Denpasar, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas ekonomi dan sosial dengan lebih nyaman. 

Selain itu, proyek juga bertujuan melindungi infrastruktur kota, seperti jalan dan trotoar, dari kerusakan akibat genangan air.

Sejumlah drainase di Denpasar saat ini mengalami penyempitan, pendangkalan, pencemaran, serta penyumbatan. Sehingga perlu direkonstruksi agar kembali berfungsi optimal. 

Drainase yang dibangun juga akan mengalirkan air hujan langsung ke saluran utama untuk mencegah genangan di jalan.

Terdapat 50 titik pengerjaan yang tersebar di berbagai wilayah. Mayoritas di daerah yang rentan banjir.

Yakni di Desa Pemogan, Kelurahan Sesetan, Kelurahan Tonja, Kelurahan Padangsambian, Kelurahan Sanur, Desa Sanur Kauh, Kelurahan Pedungan, Desa Kesiman Petilan, dan Desa Kesiman Kertalangu. Targetnya, seluruh proyek drainase ini akan rampung pada Oktober 2025. 

Selain pembangunan infrastruktur, Pemkot Denpasar juga telah melakukan berbagai upaya jangka pendek dalam penanganan banjir.

Secara teknis, Dinas PUPR Kota Denpasar akan melakukan pembersihan rutin melalui tim pasukan biru. 

Dinas PU juga akan melakukan normalisasi sungai, serta mengoptimalkan fungsi selokan drainase dengan penggelontoran, sedimentasi, dan pengangkatan sampah. 

Saat ini, telah dipasang 21 jaring sampah di beberapa sungai untuk mencegah sampah dari hulu mengotori aliran air.

Di sisi lain, upaya non-teknis juga dilakukan melalui koordinasi dengan pihak kelurahan dan kepala wilayah, seperti Kepala Dusun dan Kepala Lingkungan, untuk terus menyosialisasikan pentingnya menjaga kebersihan sungai dan drainase.

“Sungai dan drainase bukan tempat pembuangan sampah, melainkan sumber kehidupan, air bersih, dan habitat keanekaragaman hayati. Kami terus mengedukasi masyarakat agar lebih peduli,” ujar Gandhi.

Asal tahu saja, kini volume sampah yang diangkut dari sembilan sungai yang melintasi Kota Denpasar mencapai 25 ton per hari. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.banjir

Editor : Eka Prasetya
#drainase #irigasi #air #genangan #denpasar #hujan #banjir #pemkot Denpasar