RadarBuleleng.id – Arus mudik dari Bali menuju Pulau Jawa mulai menggeliat. Sepekan menjelang Lebaran, terminal dan kantor agen bus mulai dipadati pemudik.
Salah satunya di Kantor PO Gunung Harta di Jalan Cokroaminoto, Denpasar, yang sejak Senin (24/3/2025) terlihat ramai oleh para pemudik.
Mereka memilih berangkat lebih cepat untuk menghindari puncak arus mudik yang diprediksi terjadi pada Jumat (28/3/2025).
Puncak arus mudik diprediksi bertepatan dengan Hari Ngerupuk, di mana akan berlangsung arak-arakan ogoh-ogoh menjelang Nyepi.
"Saya mudik sekarang biar nggak terjebak macet karena ogoh-ogoh. Kami sekeluarga ke Jawa Timur naik bus," ujar seorang pemudik yang dijumpai di lokasi.
Senada dengan itu, Bambang, pemudik tujuan Surabaya, juga memilih berangkat lebih awal agar tidak terburu-buru.
"Harga tiket memang naik, biasanya Rp 250 ribu, sekarang jadi lebih mahal. Tapi nggak masalah yang penting nyaman dan nggak terburu-buru," ujarnya.
Menurut Ni Luh Putu Widyani, operator tiket PO Gunung Harta di Terminal Ubung, lonjakan penumpang sudah mulai terlihat sejak 20 Maret, dan diperkirakan memuncak pada 28 Maret.
“Biasanya hanya beberapa bus, sekarang bisa 20–25 bus per hari. Kelas eksekutif membawa 30–34 penumpang, sedangkan bus ekonomi bisa sampai 59 penumpang,” jelasnya.
Rute paling padat adalah Denpasar–Jember, dengan enam bus diberangkatkan setiap hari.
Harga tiket juga mengalami lonjakan signifikan. Untuk rute Denpasar–Yogyakarta, tarif naik hampir 70 persen, dari biasanya Rp 380 ribu menjadi Rp 700 ribu.
Sedangkan rute Denpasar–Jember melonjak dari Rp 160 ribu menjadi Rp 230 ribu, dan Denpasar–Surabaya naik dari Rp 280 ribu menjadi Rp 350 ribu.
“Kenaikan tertinggi terjadi pada 26 dan 27 Maret. Setelah Lebaran biasanya permintaan turun,” tambah Widyani.
Luh Widyani juga menyebutkan, semua tiket keberangkatan tanggal 28 Maret telah habis dipesan sejak dua minggu lalu, baik kelas reguler maupun eksekutif.
Hanya tersisa beberapa tiket menuju Jember yang masih bisa dibeli langsung, karena biasanya tidak melalui sistem booking.
Untuk menyesuaikan dengan waktu operasional pelabuhan, jadwal keberangkatan bus juga dimajukan.
“Bus harus sampai pelabuhan paling lambat pukul 15.00 WITA, karena penyeberangan akan ditutup jam 17.00. Biasanya bus berangkat sore, khusus tanggal 28 Maret diberangkatkan paling lambat jam 10 pagi,” terang Widyani. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya