Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Dukung Indonesia Emas 2045, Anggota DPR RI asal Buleleng Dorong Program Makan Bergizi Gratis untuk Anak Sekolah

Eka Prasetya • Minggu, 30 Maret 2025 | 20:15 WIB

 

MAKAN BERGIZI: Anggota Komisi IX DPR RI, Tutik Kusuma Wardhani.
MAKAN BERGIZI: Anggota Komisi IX DPR RI, Tutik Kusuma Wardhani.

RadarBuleleng.id – Menuju visi besar Indonesia Emas 2045, pemerintah mulai dari pondasi utama: mencetak generasi unggul yang sehat dan kuat. 

Salah satu langkah konkret yang kini digencarkan adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak sekolah, termasuk di Bali.

Anggota Komisi IX DPR RI, Tutik Kusuma Wardhani, menjadi salah satu sosok yang aktif menyuarakan pentingnya program ini saat turun ke berbagai daerah.

“Program ini untuk memastikan anak-anak kita mendapatkan gizi seimbang setiap harinya. Pemerintah juga sudah mengatur agar bahan makanan harus dibeli langsung dari petani dan nelayan tanpa melalui tengkulak. Dan yang tak kalah penting, pembayarannya harus tepat waktu,” ujar Tutik.

Menurut politisi asal Buleleng itu, program MBG bukan hanya soal memberikan makanan kepada anak sekolah. Tapi juga harus dikelola secara profesional. 

Setiap dapur yang tergabung dalam program MBG akan diawaki tiga tenaga inti: seorang Kepala Dapur yang mengatur manajemen dan distribusi makanan, seorang Akuntan yang mengurus pembayaran ke petani dan pemasok, serta seorang Ahli Gizi untuk memastikan kandungan nutrisi sesuai standar kesehatan.

“Dengan sistem seperti ini, kita harapkan tidak ada lagi anak yang ke sekolah dalam kondisi lapar. Ini bukan konsep baru, negara-negara maju sudah lama menerapkan dan hasilnya sangat positif bagi kualitas SDM mereka,” jelas Tutik.

Lebih jauh, program ini juga membuka peluang bagi para sarjana melalui skema Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). 

Mereka akan dilatih secara semi-militer sebelum diterjunkan ke lapangan, dengan bekal keterampilan manajemen, kedisiplinan, dan pengelolaan distribusi makanan sehat.

“Bagi lulusan yang belum mendapat pekerjaan, ini adalah peluang emas untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan nasional,” kata Tutik.

Saat ini, baru empat dari total 58 dapur yang sudah aktif menjalankan program MBG. Pemerintah pun masih membuka peluang kemitraan dengan masyarakat luas. 

Tutik memastikan, seluruh mitra—baik penyedia makanan maupun petani—akan dibayar secara berkala.

“Pembayarannya dilakukan dua minggu sekali. Ini bukan sekadar program sosial, tapi juga mendongkrak perekonomian lokal,” tegasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#Makan Bergizi Gratis #Mbg #bali #sarjana penggerak pembangunan indonesia #sppi #nelayan #makanan #dapur #dpr ri #Tutik Kusuma Wardhani #petani #gizi #indonesia emas #buleleng