SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Gubernur Bali, Wayan Koster meyakini proyek jalan shortcut Singaraja-Mengwitani akan berlanjut tahun ini.
Proyek shortcut sempat dikabarkan ditunda. Gara-gara pemerintah pusat sedang melakukan efisiensi anggaran besar-besaran tahun ini.
Dampak efisiensi anggaran tersebut, sejumlah proyek infrastruktur ikut tertunda. Termasuk sejumlah proyek infrastruktur di Bali.
Khusus soal shortcut Singaraja-Mengwitani, Gubernur Koster meyakini jika proyek tersebut akan tetap berlanjut tahun ini.
Keyakinan itu diungkapkan Gubernur Koster saat membuka malam apresiasi seni serangkaian HUT ke-421 Kota Singaraja, di RTH Bung Karno, Buleleng, pada Sabtu (5/4/2025) malam.
Dalam sambutannya, Koster memastikan jika proyek shortcut Singaraja-Mengwitani akan terus berlanjut.
“Shortcut terus berlanjut. Tahun ini dikerjakan titik 9-10 sampai tahun 2026,” kata Koster.
Baca Juga: Bila Shortcut Tuntas, Koster Klaim Waktu Tempuh Singaraja-Denpasar Jadi 1,5 Jam
Selanjutnya proyek tersebut akan berlanjut hingga titik 11-12. Titik itu akan menghubungkan Desa Padangbulia dengan Desa Ambengan.
Apabila seluruh titik shortcut tuntas, Koster mengklaim bahwa perjalanan dari Denpasar menuju Singaraja, atau sebaliknya, akan lebih mudah dan cepat.
“Biar nggak pakai mules lagi. Astungkara sesuai target. Sekarang sedang proses tender titik 9-10,” tegasnya.
Sayangnya, saat RadarBuleleng.id mencoba menelusuri tender proyek tersebut, rupanya sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kementerian PU belum memunculkan proyek pembangunan jalan shortcut Singaraja-Mengwitani.
Asal tahu saja, proyek shortcut Jalan Raya Singaraja-Mengwitani merupakan proyek prestisius yang dirancang sejak tahun 2018 lalu.
Rencananya proyek tersebut akan terdiri dari 10 titik. Sebanyak 4 titik ada di Kabupaten Tabanan, dan 6 titik lain ada di Buleleng. Belakangan muncul wacana bahwa shortcut akan ditambah, hingga ke titik 12.
Saat ini titik yang sudah tuntas dikerjakan adalah titik 3, 4, 5, 6, 7A-E, dan titik 8. Sementara 6 titik lainnya, masih dalam tahap perencanaan. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya