Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Korea Selatan Berikan Hibah Bus Listrik ke Bali. Koster Request Warna Tridatu

Ni Kadek Novi Febriani • Jumat, 11 April 2025 | 23:00 WIB

 

BUS LISTRIK: Salah satu bus listrik yang akan dihibahkan kepada Pemprov Bali.
BUS LISTRIK: Salah satu bus listrik yang akan dihibahkan kepada Pemprov Bali.

RadarBuleleng.id – Pemerintah Korea Selatan melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Global Green Growth Institute memberikan hibah bus listrik kepada Pemprov Bali.

Ada 10 unit bus listrik yang akan dihibahkan oleh pemerintah Korea. Bus tersebut ditargetkan mulai beroperasi di wilayah Sarbagita pada awal 2026.

Bantuan itu diserahkan di Kantor Gubernur Bali. Satu unit bus listrik berwarna putih, diboyong ke kantor gubernur.

Usai menerima bantuan bus tersebut, Gubernur Bali, Wayan Koster mengajukan permintaan unik kepada pemerintah Korea Selatan. 

Koster mengajukan request alias permintaan, agar bus listrik itu berwarna Tridatu. Yakni kombinasi antara merah, putih, dan hitam.

Alasannya, warna tersebut merupakan warna sakral dalam ajaran Hindu Bali. Warna itu juga melambangkan manifestasi Tri Murti (Brahma, Wisnu, Siwa).

"Kami minta agar warna busnya merah, dikombinasikan dengan hitam dan putih. Itu warna Tridatu, lambang spiritual masyarakat Bali," ujar Koster.

Selain soal warna, Koster juga meminta ukuran bus disesuaikan dengan kondisi jalan di Bali. 

Dari ukuran standar 12 meter, ia mengusulkan agar unit yang diterima nantinya hanya sepanjang 8 meter, dengan kapasitas 30 penumpang.

"Kami minta yang lebih kecil, agar cocok dengan jalan-jalan di Bali. Sekarang dalam proses pemesanan, dan diperkirakan selesai dalam 7 hingga 8 bulan ke depan," jelasnya.

Bus listrik ini akan dioperasikan pada jalur padat wisata di kawasan Sarbagita. Termasuk Ubud, Tanah Lot, dan sekitar Universitas Udayana. 

Meski bus tersebut berasal  dari hibah, Pemprov Bali tidak ingin proyek ini menjadi sekadar pajangan.

“Jangan sampai mangkrak. Hanya Bali yang dipilih Korea sebagai pilot project, jadi harus berhasil,” tegasnya.

Meskipun bus diberikan secara cuma-cuma, pemerintah akan tetap mengenakan kepada penumpang. Koster menjamin tarifnya murah dan terjangkau bagi masyarakat maupun wisatawan.

Hibah ini merupakan bagian dari Proyek Bali E-Mobility yang bertujuan membangun sistem transportasi ramah lingkungan di Bali. 

Proyek ini didukung penuh Kementerian Lingkungan Hidup Korea, GGGI, serta Kementerian PPN/Bappenas, Kemenhub, dan Kementerian ESDM.

Menurut studi awal, sektor transportasi menyumbang 43 persen emisi gas rumah kaca di Bali. 

Pemprov Bali sendiri telah menerapkan kebijakan progresif seperti Pergub No. 45/2019 tentang energi bersih dan Pergub No. 48/2019 tentang kendaraan listrik.

“Transportasi berkelanjutan akan memberi dampak positif bagi 4,4 juta warga Bali. Ini langkah penting menuju masa depan hijau,” ujar Koster.

Wakil Menteri KLH Korea, Lee Byounghwa, menyatakan dukungan penuh terhadap visi hijau Bali dan siap menjadi mitra jangka panjang dalam mewujudkan ekosistem transportasi ramah lingkungan di Indonesia, dengan Bali sebagai model percontohan. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#Hibah #tridatu #bus #Pemprov Bali #gubernur bali #sarbagita #koster #wayan koster #korea selatan #listrik #ubud #bus listrik #korea #universitas udayana #tanah lot