RadarBuleleng.id - Kasus ulah pati pada anak mencuat di Bali. Seorang siswa SD di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli ditemukan dalam kondisi tergantung tali.
Peristiwa tersebut terjadi tepat saat hari raya Galungan, pada Rabu (23/4/2025).
Menanggapi kejadian tersebut, Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Bali menyerukan gerakan bersama untuk memperkuat perlindungan terhadap anak-anak.
Komisioner Bidang Pendidikan KPAD Bali, Made Ariasa mengatakan, peristiwa ulah pati pada remaja maupun anak sudah beberapa kali terjadi.
Namun, menurutnya, masih banyak pihak yang cenderung memandang kasus-kasus tersebut sebagai "takdir". Tanpa berusaha memahami penyebab yang memicu peristiwa tersebut.
"Tidak ada asap tanpa api. Anak tidak akan memilih mengakhiri hidupnya tanpa alasan kuat di baliknya. Karena itu, menjadi tanggung jawab kita semua untuk menggali akar masalahnya," tegas Ariasa.
Baca Juga: Amor Ing Acintya. Bocah SD di Bali Nekat Ulah Pati saat Hari Raya Galungan. Motifnya Masih Misterius
Menurut Ariasa, upaya mencari akar masalah penyebab peristiwa ulah pati itu, bukan untuk saling menyalahkan. Melainkan untuk merumuskan solusi, agar tragedi serupa tidak terulang lagi.
Berdasarkan hasil investigasi KPAD Bali, anak-anak yang nekat melakukan ulah pati, biasanya memiliki riwayat kekerasan.
Adapun riwayat kekerasan itu bisa berupa fisik, kekerasan psikologis, maupun bentuk diskriminasi, dan bullying atau perundungan.
Ironisnya, kekerasan ini sering terjadi di lingkungan yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak. Seperti rumah, sekolah, hingga area bermain.
"Sudah waktunya kita semua lebih peka. Belajarlah menjadi pendengar yang baik bagi anak, bukan sekadar menjadi hakim. Jangan biarkan mereka merasa sendiri," pesan Ariasa.
KPAD Bali juga mengimbau masyarakat untuk lebih berani melapor jika menemukan anak yang menunjukkan tanda-tanda tekanan mental.
Selain itu, Ariasa mendorong sekolah dan lembaga pendidikan untuk aktif menciptakan ruang aman dan ramah anak, demi mencegah tragedi serupa. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya