RadarBuleleng.id – Aksi nekat dilakukan lima pemuda yang mengaku sebagai anak punk asal Bandung.
Mereka nekat masuk ke Bali, tanpa membawa kartu identitas berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Uniknya, untuk menghindari pos pemeriksaan KTP mereka nekat berjalan menyusuri pantai. Namun aksi mereka tetap saja kepergok tim gabungan.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, Kompol I Komang Muliyadi mengatakan, kelima orang tersebut berhasil diamankan Wita saat tim gabungan melakukan patroli rutin.
Mereka ditemukan berada di sekitar area SPBU Gilimanuk, yang berjarak sekitar 3 kilometer di timur pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk
“Mereka terlihat mencurigakan. Setelah diperiksa, ternyata tidak satu pun membawa identitas diri,” ungkap Kompol Muliyadi.
Kelima pemuda itu mengaku berasal dari Bandung, Jawa Barat. Mereka hendak menuju Denpasar.
Namun, untuk menghindari pemeriksaan di jalur resmi pelabuhan, mereka memilih berjalan kaki melewati jalur pesisir.
Terkait kejadian tersebut, Muliyadi menyatakan polisi akan memperketat pengawasan di seluruh akses keluar-masuk Bali. Termasuk jalur-jalur tidak resmi yang sering dimanfaatkan untuk menghindari pemeriksaan.
“Kami terus ingatkan petugas di pos-pos penjagaan agar meningkatkan pengawasan, khususnya terhadap jalur alternatif yang sering disalahgunakan,” tegas Kompol Muliyadi.
Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma, turut turun tangan memberikan pembinaan dan imbauan langsung kepada para pemuda tersebut.
Mereka diminta tidak membuat keributan atau mengganggu ketertiban umum selama berada di wilayah Bali.
Sebagai langkah pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, kelima orang itu akhirnya dipulangkan kembali ke daerah asal mereka. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya