Radarbuleleng.jawapos.com- Warga salah satu perumahan di Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana, dikagetkan dengan penemuan mayat di dalam rumah, Kamis lalu (1/5).
Pria yang diketahui berinisial IWR, 65, asal Tabanan ini, diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan menyayat urat nadi lengan kiri karena sakit yang diderita selama ini.
Informasi yang dihimpun, mayat pria ditemukan dalam kondisi telentang dengan posisi miring ke kiri dengan bagian kepala di dalam kamar mandi, separuh badan bagian kaki di luar kamar mandi.
Darah mengalir deras dari luka di tangan kiri korban. ”Korban ditemukan sudah tidak bernyawa,” ujar salah satu warga.
Menurutnya, korban baru tinggal di perumahan tersebut. Asalnya dari Tabanan, karena harus rutin berobat dan cuci darah, korban memilih tinggal dan membeli rumah di Jembrana bersama istrinya, sehingga banyak yang tidak mengenal korban.
”Bukan asli Jembrana, asal Tabanan,” imbuhnya.
Polres Jembrana melakukan penyelidikan mayat korban dan olah tempat kejadian. Kemudian jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Negara.
”Jenazah mau dibawa ke Tabanan. Saat ini masih menunggu keluarga menjemput," ujar Rina, Humas RSU Negara.
Kapolsek Kota Jembrana Ipda I Ngurah Agus Dwi Widiatmika saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Pihaknya mendapat informasi adanya penemuan mayat, Kamis siang.
Sekitar pukul 08.00 WITA, saksi berpamitan kepada korban untuk sembahyang ke rumah saudaranya.
Kemudian sekitar pukul 09.50 WITA, saksi kembali ke rumahnya dengan saksi dua. Karena melihat pintu terkunci kemudian saksi mengintip melalui jendela kamar, karena melihat ada kaki selonjor di depan pintu kamar tidur.
”Saksi masuk melalui jendela kamar untuk melihat keadaan, melihat korban sudah bersimbah darah di bagian lengan sebelah kiri di depan pintu kamar," ujarnya.
Motif korban mengakhiri hidupnya dengan menyayat tangan kiri, diduga karena sakit yang diderita mengakibatkan korban depresi.
”Diduga karena depresi karena sakitnya. Korban memiliki riwayat penyakit ginjal akut dan sudah menjalani proses cuci darah,” terangnya.***
Editor : Donny Tabelak