Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Diduga karena Depresi, Bule Rusia Ulah Pati di Bali

Ni Made Ari Rismaya Dewi • Minggu, 4 Mei 2025 | 02:05 WIB
Polisi Olah TKP peristiwa Bule Rusia, Arfem Afonin tewas di Quest House Room And Studio kamar nomor 1U, Kuta Utara, Badung.
Polisi Olah TKP peristiwa Bule Rusia, Arfem Afonin tewas di Quest House Room And Studio kamar nomor 1U, Kuta Utara, Badung.

Radarbuleleng.jawapos.com- Kasus ulah pati atau bunuh diri di Bali lagi-lagi gemparkan warga.

Kali ini, seorang Bule Rusia bernama Artem Afonin, 28, ditemukan tewas secara tragis.

Kejadian berlangsung di Quest House Room And Studio kamar nomor 1U Jalan Gang Merta Sedana, Lingkungan Pengubengan Kangin, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung, pada Selasa 29 April 2025 lalu sekira pukul 17.45 Wita.

Dia nekad menghabisi nyawanya sendiri dengan cara menjerat leher gunakan sabuk kulit dan membungkus kepalanya dengan plastik hingga udara tidak bisa masuk.

Aksi bunuh diri ini diduga gegara korban depresi sakitnya tak kunjung sembuh.

Pihak kepolisian Polsek Kuta Utara sudah memintai keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian.

Kematian korban diketahui saat saksi Ahmad Sofyan hendak membersihkan kamar, Senin 28 April 2025 sekira pukul 15.00 WITA.

Saksi awalnya mengetuk pintu kamar, namun tidak ada respon. Keesokan harinya juga demikian, tidak ada respon.

Karyawan asal Lumajang, Jawa Timur itu curiga melihat sandal masih ada di depan kamar korban. Ia mengira ada yang tidak beres terjadi.

Dia merekam ke arah kamar korban menggunakan handphone dari arah jendela. Terlihat tamu tersebut sudah dalam keadaan tergeletak di lantai.

"Saksi lalu minta bantuan temanya, Nia Amanda Dewi, untuk membuka pintu kamar korban dengan menggunakan kunci cadangan," ungkap sumber petugas.

Upaya tersebut tidak bisa, karena kunci kamar masih nyantol dari dalam. Walhasil, mereka pun berniat mendobrak pintu kamar. 

"Setelah pintu terbuka, saksi melihat korban dalam keadaan tergeletak di lantai dalam keadaan kepala sudah terbungkus plastik," jelasnya.

Kepalanya dalam kondisi terbungkus plastik. Dan hanya mengenakan celana dalam warna abu-abu. Aparat kepolisian tiba di lokasi kejadian. 

Hasil pengecekan tim identifikasi Polres Badung tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

Tubuhnya sudah mengeluarkan lebam mayat di pundak sebelah kiri dan kanan, perut dan kedua tangan.

Dijelaskan sumber, dari alat kemaluan mengeluarkan cairan, sedangkan dari mulut dan hidung korban mengeluarkan darah. 

Tak hanya itu, leher korban dalam keadaan terikat menggunakan alat berbentuk sabuk kulit. Diperkirakan dia sudah meninggal dunia lebih dari 12 jam.

Dalam penyelidikan Polisi, kematian korban diduga karena sakit yang dideritanya tak kunjung sembuh. 

Hal ini berdasarkan dari hasil olah TKP di dalam kamar ditemukan sejumlah obat-obatan.

Antara lain, Omega 3 Fish Oil yang biasanya digunakan untuk kesehatan jantung, otak, dan mengurangi inflamasi.

Rhodiola 500 mg untuk mengurangi stres, kelelahan, dan meningkatkan energi mental. 

Boron Bone Support untuk mendukung kesehatan tulang dan keseimbangan hormon.

Kemudian, ada juga 5-HTP 50 mg untuk meningkatkan kadar serotonin, bantu atasi depresi dan kecemasan.

Ada juga L-Tyrosine 500 mg untuk meningkatkan fokus, energi, dan suasana hati (mood). Creatine Matrix untuk mendukung kekuatan otot dan performa fisik. Ada juga alat-alat seksual serta suplemen kesehatan.

Setelah dilakukan pengecekan, jenazah korban dievakuasi menuju Rumah Sakit Prof Ngoerah menggunakan mobil ambulans milik PMI Kabupaten Badung DK 9793 F sekira pukul 19.40 WITA.

Dikonfirmasi terpisah, Kasi Humas Polres Badung Ipda Putu Sukarma belum memberikan respon terkait kejadian tersebut.***

Editor : Donny Tabelak
#bunuh diri #ulah pati #wna rusia #polres badung #depresi