Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Bali Blackout: PLTU Celukan Bawang Tetap Beroperasi, Dirut PLN Batal Cek Pembangkit

Francelino Junior • Senin, 5 Mei 2025 | 00:34 WIB

 

PLTU Celukan Bawang di Desa Celukan Bawang. Pengelola PLTU Celukan Bawang, memastikan bahwa pembangkit listrik mereka bukanlah penyebab blackout yang melumpuhkan seluruh Bali, Jumat sore kemarin.
PLTU Celukan Bawang di Desa Celukan Bawang. Pengelola PLTU Celukan Bawang, memastikan bahwa pembangkit listrik mereka bukanlah penyebab blackout yang melumpuhkan seluruh Bali, Jumat sore kemarin.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Listrik Negara (PLN), Darmawan Prasodjo diagendakan datang ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Celukan Bawang di Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali.

Rencananya, Darmawan akan mengunjungi pembangkit listrik terbesar di Bali itu, pada Sabtu (3/5/2025). Namun kunjungan itu mendadak batal dilakukan.

Kini pembangkit listrik tersebut fokus melakukan pemulihan, listrik padam alias blackout yang menimpa Bali pada Jumat (2/5/2025) sore.

Sesuai jadwal, Darmawan akan datang ke PLTU Celukan Bawang usai melakukan inspeksi ke PLTDG Pesanggaran di Kota Denpasar. 

”Awalnya dari PLTDG Pesanggaran langsung ke PLTU Celukan Bawang, namun ada beberapa lokasi yang kemudian harus dikunjungi dirut PLN. Jadi sudah pasti batal (ke PLTU Celukan Bawang),” ujar Manager Teknis PLTU Celukan Bawang, Helmy Rosadi.

Batalnya kunjungan tersebut, membuat PLTU Celukan Bawang kini berfokus pada pemulihan pasca blackout

Sebab peristiwa itu juga sempat membuat tegangan yang diterima di unit 2 melebihi kapasitas, akibat gangguan jaringan. Saat itu, daya reaktif yang terserap hingga 228 MVAR, sedangkan batas amannya hanya 80 MVAR.

Dampaknya, pembangkit listrik itu memilih keluar dari subsistem listrik Bali sebagai respon otomatis akibat gangguan jaringan listrik. Hal itu juga proteksi pembangkit listrik yang aktif secara otomatis, mengikuti standar keselamatan sistem kelistrikan. 

Kata Helmy, PLTU Celukan Bawang justru menjadi yang terakhir padam, setelah pembangkit listrik lain yang ada di Bali.

Menurutnya, peristiwa yang terjadi di Pulau Jawa pada pukul 16.01 WITA, berdampak pada seluruh pembangkit listrik milik PLN yang ada di Bali. 

Bukan hanya PLTU Celukan Bawang, PLTG Gilimanuk, PLTGU Pemaron, dan PLTDG Pesanggaran juga mengalami gangguan jaringan listrik secara bersamaan. 

Awalnya di PLTDG Pesanggaran masih bisa mengatasi. Namun pembangkit ikut padam. Beban pun dialihkan ke Celukan Bawang. Fluktuasi tegangan yang masuk, membuat pembangkit listrik juga tidak sanggup menerima beban.

”Penyebab utama adalah gangguan pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV di Jawa Timur, yang berdampak memberi gangguan pada kabel bawah laut sistem transfer Jawa–Bali. Bukan karena PLTU Celukan Bawang,” tegas Helmy.

Saat ini pihaknya tengah melakukan pemulihan di PLTU Celukan Bawang. Untuk diketahui, disana terdapat tiga unit pembangkit listrik. Namun dua diantaranya masih dalam tahap pemeliharaan, sedangkan satu lagi beroperasi seperti biasa. 

Gegara blackout, keseluruhan unit dilakukan penerapan SOP Blackout dan pengecekan seluruh parameter unit. Guna memastikan seluruh peralatan dalam kondisi aman.

Khusus unit 2 PLTU Celukan Bawang telah dinyalakan kembali pada pukul 00.38, Sabtu (3/5/2025) dini hari, dengan target pemulihan pada pukul 03.00 dini hari.

Helmy menyebut, keadaan darurat tersebut berada di luar kewenangan mereka. Namun PLTU Celukan Bawang tetap berupaya memberi kontribusi listrik untuk Bali, secara maksimal.

”Untuk recovery memang agak lama, karena PLTU perlu start up lagi, jadi agak lama. Dirut PLN juga sudah sampaikan, blackout terjadi karena masalah penyaluran, bukan dari salah satu pembangkit,” tandasnya. 

Sebelumnya pada Jumat (2/5/2025) sekitar pukul 16.00 Wita, wilayah Bali mendadak mati listrik. Awalnya yang dianggap hanya pemadaman biasa, nyaris menjadikan Pulau Dewata seperti Nyepi alias gelap gulita total. Namun perlahan, listrik mulai hidup kembali meski tidak merata. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #pembangkit #kapasitas #blackout #listrik #kunjungan #listrik padam #buleleng #pltu #Direktur #jawa #pln