RadarBuleleng.id - Pulau Bali kembali dihebohkan dengan mencuatnya isu kebangkitan aksi premanisme berkedok organisasi kemasyarakatan (ormas). Hal itu dikhawatirkan berdampak pada supremasi hukum di Bali.
Kapolda Bali Irjen Daniel Adityajaya menegaskan komitmennya untuk memberantas segala bentuk premanisme, termasuk yang berlindung di balik nama ormas.
"Premanisme adalah segala tindakan yang bertentangan dengan hukum, baik dilakukan secara individu maupun kelompok. Tidak boleh ada ruang bagi mereka," tegas Kapolda saat memimpin apel pagi di Polda Bali.
Dalam arahannya, Irjen Daniel meminta seluruh jajaran, mulai dari Polresta hingga Polsek, untuk mengambil tindakan tegas di lapangan.
Ia mengingatkan bahwa Polri berperan sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Sehingga segala bentuk intimidasi, kekerasan, atau upaya menciptakan ketakutan harus segera ditindak.
“Kalau melihat aksi premanisme, jangan ragu menegakkan hukum. Kita bukan hanya penonton,” tegasnya di hadapan pejabat utama Polda Bali.
Daniel juga menyinggung bahwa Mei menjadi bulan yang krusial dengan sejumlah agenda nasional yang akan berlangsung di Bali. Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas keamanan di tengah meningkatnya dinamika sosial.
“Menjadi anggota Polri bukanlah hal mudah. Kita sering dikritik, bahkan dihujat. Tapi justru dari sana kita belajar. Jadikan itu sebagai bahan evaluasi agar terus bekerja lebih baik,” ujarnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya