Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Pecah, Aksi Baku Hantam Kelompok ABK di Pelabuhan Benoa Bali

Andre Sulla • Senin, 12 Mei 2025 | 21:40 WIB
Aksi baku hantam antar ABK pecah di Pelabuhan Benoa, Jumat lalu, 9 Mei 2025.
Aksi baku hantam antar ABK pecah di Pelabuhan Benoa, Jumat lalu, 9 Mei 2025.
Radarbuleleng.jawapos.com- Publik kembali digegerkan dengan aksi brutal dua kelompok Anak Buah Kapal (ABK).
 
Para ABK yang terlibat aksi baku hantam dari Lombok Vs Kupang tersebut pecah di Pelabuhan Benoa, Jumat lalu, 9 Mei 2025, sekitar pukul 00.10 WITA.
 
Aksi baku hantam itu tidak hanya menggunakan tangan kosong, melainkan juga benda tumpul seperti kayu dan kursi.
 
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi mengatakan, kasus tersebut telah ditangani Polsek Kawasan Laut Benoa.
 
Ada sembilan orang ABK dan barang bukti diamankan setelah memeriksa beberapa saksi. 
 
"Ya, kami telah mengamankan sejumlah orang yang terlibat dalam perkelahian," ungkap Jubir Polresta Denpasar, Sabtu (10/5).
 
Namun, dalam masalah tersebut, kelompok ABK dari Lombok dan Kupang saling lapor.
 
Laporan polisi pertama adalah Nomor LP/B/05/V/2025/SPKT. Unit Reskrim Polsek Kawasan Pelabuhan Benoa/Polresta/Polda Bali.
 
Dalam laporan ini, Aldi dan Buhafi asal Lombok Timur, NTB, mengaku dianiaya oleh dua pelaku, yakni Ricard Oma dan Ekber Nino Sora alias Rino asal Kupang, NTT.
 
“Korban Aldi dan Buhafi mengalami luka di bagian kepala,” ucap AKP Sukadi.
 
Lalu, laporan polisi bernomor LP/B/06/V/2025/SPKT Unit Reskrim Polsek Kawasan Pelabuhan Benoa/Polresta/Polda Bali, terkait Marthen Tebais asal Kupang, yang bekerja sebagai ABK, mengalami penganiayaan berat dan saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Surya Husada.
 
Lebih lanjut dikatakan, dari keterangan saksi yang diperoleh, kronologi kejadian bermula ketika Aldi dan Buhafi asal Lombok Timur datang ke Dermaga Barat, lalu memarkir mobil yang mereka bawa di depan Pos II Dermaga. 
 
Saat turun dari mobil untuk makan di warung, mereka melihat kurang lebih delapan orang minum alkohol di pos tersebut.
 
Di dalam warung kedua, mereka bertemu dengan teman bernama Arman Mauladan dan Andika Herliansyah. 
 
Ketika sedang makan, Marthen menghampiri mereka lalu terlibat obrolan santai dengan Arman. "Waktu itu, Aldi, Buhafi, dan Arman sempat bersalaman dengan Marthen," jelasnya.
 
Setelah itu, Marthen pergi. Selang beberapa menit, Marthen bersama dua teman, Ricard Oma dan Ekber Nini Sora alias Rino, kembali menghampiri mereka. Marthen mengatakan, "Kamu nantang saya," kutip Kasi Humas. 
 
Lalu dijawab Arman, tidak ada yang menantang. Saat itu juga, Rino memukul Andika Herliansyah. Marthen, Ricard, dan kawan-kawan Arman, Aldi, dan Buhafi lari menuju kapal Bintang Bahagia 27.
 
Waktu bersamaan, turun Buhafi dari kapal Bintang Bahagia 28, dan menghadang pergerakan Ricard dan kawan-kawan.
 
Kemudian terjadi perkelahian, yang mengakibatkan Marthen mengalami luka pada kepala, kedua mata lebam, luka pada pipi kiri, dan luka di tangan kiri.
 
Lebih lanjut dijelaskan, dari laporan ABK asal Kupang, NTT, polisi mengamankan ABK asal Lombok berjumlah tujuh orang.
 
Di antaranya, Awaluddin, Arman Mauladan, Budi Hardu, Supriyadi, Yogi Bahtiar, Buhari, dan Aldi.
 
Sementara, dari laporan kelompok ABK Lombok, kami mengamankan Ricard Oma dan Ekber Nino Sora alias Rino.
 
"Sembilan orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan maraton," pungkasnya.***
Editor : Donny Tabelak
#abk #baku hantam #kupang #benoa #polresta denpasar #lombok timur #perkelahian