Radarbuleleng.jawapos.com- Warga dua desa di Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, Bali, dibuat geger dengan temuan mengejutkan. Diduga, kuburan digali orang tidak dkenal.
Dua kuburan warga yang digali itu di Desa Adat Tiga dan Desa Adat Demulih. Warga menemukan bekas galian di areal kuburan anak. Hingga kini, belum diketahui apa motif dari aksi tersebut.
Di Desa Adat Tiga, bekas galian diketahui pada Senin lalu (12/5). Sedangkan di Desa Adat Demulih, bekas galian diketahui pada Minggu (18/5). Kasus ini telah dilaporkan ke petugas kepolisian.
Kasat Reskrim Polres Bangli AKP I Gusti Ngurah Jaya Winangun menyampaikan, seluruh proses masih dalam tahap penyelidikan.
”Kami dari pihak kepolisian tengah menangani aduan ini dengan dukungan penuh dari perangkat desa adat. Kami meminta masyarakat untuk menahan diri dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas sumber maupun kebenarannya,” ujarnya.
AKP Jaya Winangun juga menegaskan bahwa proses penyelidikan dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tetap menghormati nilai-nilai adat serta budaya masyarakat setempat.
”Kami memahami bahwa isu ini sangat sensitif dan menyangkut perasaan banyak pihak. Oleh karena itu, segala tindakan kami lakukan secara hati-hati dan profesional demi menjaga rasa hormat terhadap adat istiadat serta menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” tambahnya.
Polres Bangli mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh kabar-kabar yang belum dapat dipertanggungjawabkan.
”Apabila masyarakat memiliki informasi yang valid dan relevan, diharapkan dapat menyampaikannya langsung kepada pihak berwajib agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku,” jelasnya.
Sementara itu, Bendesa Adat Demulih I Ketut Karsana menyatakan kejadian diketahui saat membuang sampah upacara di sekitar area setra pada Minggu malam (18/5).
Setelah dicek oleh prajuru adat bersama pihak kepolisian, ditemukan 14 titik bekas pembongkaran kuburan anak-anak.
”Dari hasil pengecekan, tidak ditemukan adanya tulang yang hilang. Sebab jenazah yang dikubur adalah bayi hasil keguguran, yang kemungkinan sudah menyatu dengan tanah,” jelas Karsana.
Sebagai bentuk pembersihan spiritual, Desa Adat Demulih telah menggelar upacara pecaruan baik di lokasi setra maupun di catus pata (simpang utama desa) pada Selasa (20/5) lalu.***
Editor : Donny Tabelak