Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Pengiriman Hewan Kurban Melonjak di Bali, Diawasi Ketat

Marsellus Nabunome Pampur • Jumat, 30 Mei 2025 | 22:05 WIB
 
Karantina Bali memeriksa setiap sapi yang melintasi Bali.
Karantina Bali memeriksa setiap sapi yang melintasi Bali.
Radarbuleleng.jawapos.com- Lalulintas pengiriman hewan, khususnya sapi yang melintasi Pulau Bali diawasi ketat oleh Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Bali (Karantina Bali). Hal ini dilakukan menjelang Idul Adha 1446 H.
 
Kepala Karantina Bali, Heri Yuwono mengatakan, peningkatan pengawasan ini dilakukan karena adanya lonjakan pengiriman hewan kurban. Sehingga pengawasan ketat ini dilakukan untuk memastikan kesehatan hewan kurban yang dilalulintaskan melalui Bali. 
 
”Ini adalah bentuk komitmen Karantina dalam menjaga kesehatan dan keamanan pangan nasional,” katanya Rabu lalu (28/5).
 
Lanjut dia, semakin meningkatnya pengiriman hewan melintasi Pulau Bali setiap jelang Idul Adha memang biasa terjadi setiap tahun.
 
Dimana sejak Januari hingga 27 Mei 2025, sebanyak 40.995 ekor sapi potong telah melintasi Pulau Bali melalui 1.443 kali pengiriman.
 
Semua pengiriman ini telah melalui prosedur pemeriksaan karantina yang ketat.
 
Pemeriksaan meliputi verifikasi dokumen persyaratan dan evaluasi kondisi kesehatan ternak untuk memastikan bebas dari Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK).
 
Proses ini dilakukan oleh tim profesional Karantina Bali, terdiri dari Dokter Hewan Karantina dan Paramedik Karantina Hewan, di tiga titik utama seperti di Pelabuhan Gilimanuk, Celukan Bawang, dan Benoa Denpasar. 
 
”Kami ingin memastikan bahwa hewan kurban yang dikonsumsi masyarakat benar-benar sehat dan aman. Upaya ini adalah bagian dari pelayanan publik yang berdampak langsung terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat luas,” tambah Heri.
 
Menurut dia, Bali dikenal sebagai salah satu daerah pemasok utama sapi potong di wilayah timur Indonesia.
 
”Oleh karena itu, pengawasan karantina yang optimal menjadi kunci untuk memastikan bahwa distribusi hewan kurban ke daerah lain dapat berjalan lancar, aman, dan tidak menjadi sumber penularan penyakit hewan antar wilayah," pungkasnya.***
Editor : Donny Tabelak
#karantina #hewan kurban #celukan bawang #sapi #benoa #pelabuhan gilimanuk #idul adha