Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Sampah Kini jadi Solusi. Budidaya Lele Rumahan Kini Bisa Gunakan Limbah Makanan

Eka Prasetya • Kamis, 5 Juni 2025 | 15:05 WIB

 

SAMPAH JADI BERKAH: Proses pembuatan pakan lele yang bersumber dari limbah makanan rumah tangga.
SAMPAH JADI BERKAH: Proses pembuatan pakan lele yang bersumber dari limbah makanan rumah tangga.

RadarBuleleng.id – Di tengah meningkatnya kesadaran akan pengelolaan limbah rumah tangga, pemanfaatan food waste atau sisa makanan kini menjadi alternatif inovatif dalam budidaya lele skala rumah tangga. 

Solusi ini tidak hanya mendukung konsep zero waste, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Program ini diperkenalkan lewat kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Nasional hasil kolaborasi antara Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Universitas Warmadewa dan Prodi Budidaya Perairan Universitas Mataram. Kegiatan tersebut digelar di Desa Taro, Kabupaten Gianyar pada Selasa (3/6/2025) lalu.

Ketua PKM Nasional, Gede Agus Surya Pratama menjelaskan, limbah makanan seperti sisa sayuran, biji-bijian, hingga nasi basi, memiliki kandungan nutrisi yang cukup untuk dijadikan pakan ikan lele.

“Dengan memanfaatkan food waste, masyarakat bisa menekan biaya produksi dalam budidaya lele. Selain itu, langkah ini ikut menekan volume sampah rumah tangga yang dibuang ke lingkungan,” jelas Agus Surya.

Baca Juga: Catat! Pemkab Buleleng Akan Bantu Komunitas yang Kelola Sampah Mandiri

Agus menambahkan, pemanfaatan limbah organik sebagai pakan ikan adalah langkah kecil yang punya dampak besar. 

Selain mengurangi pencemaran lingkungan, inovasi tersebut juga membantu masyarakat mandiri pangan secara berkelanjutan.

“Masyarakat tak perlu bingung lagi soal mahalnya pakan pabrikan. Dengan sedikit kreativitas, sisa makanan yang biasanya dibuang bisa diolah jadi sumber protein untuk ikan,” tegasnya.

Warga Desa Taro pun antusias mengikuti pelatihan dalam program ini. Mereka diajarkan cara sederhana mengolah sisa makanan menjadi pakan alternatif, yang bisa langsung diaplikasikan di kolam lele rumahan.

Tak hanya food waste, alternatif pakan dari bahan-bahan alami juga diperkenalkan. Kaprodi Budidaya Perairan Universitas Mataram, Zaenal Abidin menyebutkan, penambahan tepung daun jambu biji dalam pakan lele, dengan dosis 15–30 gram per kilogram, terbukti dapat meningkatkan kelangsungan hidup ikan.

“Begitu pula dengan penggunaan daun ketapang yang sudah ditepung, pada dosis lima gram per kilogram pakan. Hasilnya, pertumbuhan ikan lele meningkat signifikan,” paparnya.

Program tersebut diharapkan bisa direplikasi di berbagai daerah lain di Indonesia. Dengan memanfaatkan food waste dan bahan alami sebagai pakan, masyarakat dapat mengembangkan budidaya lele skala kecil yang ramah lingkungan dan efisien secara ekonomi. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#rumah tangga #makanan #Pakan #Food waste #pangan #sisa makanan #budidaya #organik #lele #limbah #Universitas Warmadewa