Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Warga Tolak TPA Suwung Pindah ke Temesi, Minta Pemprov Bali Tegas

Ida Bagus Indra Prasetia • Sabtu, 7 Juni 2025 | 02:05 WIB
Bendesa Temesi Gusti Made Mastra, Perbekel Temesi Ketut Branayoga, Ketua Yayasan Pemilahan TPA Ketut Ketut Trikaya Wijaya Manik dan Wakil Ketua DPRD Gianyar I Made Suteja.
Bendesa Temesi Gusti Made Mastra, Perbekel Temesi Ketut Branayoga, Ketua Yayasan Pemilahan TPA Ketut Ketut Trikaya Wijaya Manik dan Wakil Ketua DPRD Gianyar I Made Suteja.

Radarbuleleng.jawapos.com- Pertemuan Gubernur Bali, Wayan Koster dengan tokoh warga Temesi pada Minggu (1/6) lalu sempat membuat warga semringah. Karena aspirasi penolakan TPA Suwung ke Temesi diterima oleh Koster.

Perbekel Temesi Ketut Branayoga mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut, sejumlah daerah mengakui siap dengan sampahnya sendiri.

”Denpasar katanya sudah menyiapkan lahan dekat Boshe. Begitu pula dengan Badung sudah memiliki lahan,” ungkap Branayoga, Jumat (6/6/2025).

Ternyata, usai Koster bertemu dengan tokoh Desa Temesi, muncul pernyataan dari Kepala DLH Pemprov Bali Made Rentin.

Ia menyebut jika rencana pembangunan TPA berbasis Waste to Energy (WtE) dengan anggaran pusat menjadi urusan pusat.

Pernyataan Rentin ini kembali memicu reaksi dari masyarakat Temesi.

”Kami harap, ada ketegasan dan keputusan. Agar benar-benar, TPA Temesi batal dijadikan TPA Sarbagita. Harus kita pegang ketegasan ini,” harapnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Temesi yang menjabat Wakil Ketua DPRD Gianyar, Made Suteja, mengakui ikut bertemu Gubernur Bali.

”Dalam pertemuan itu memang kami tangkap bahwa Denpasar dan Badung sudah siapkan lahan. Pandangan pak gubernur, sebaiknya di sana,” ujarnya.

Pihaknya menegaskan, jika masyarakat Temesi komitmen tidak menerima penambahan sampah luar kabupaten.

”Kami di Temesi, menunggu konsistensi. Lebih cepat, lebih baik. Itu membuat kami nyaman,” pintanya.

Hal senada disampaikan oleh Bendesa Adat Temesi Gusti Made Mastra yang juga ikut dalam pertemuan awal bulan Juni ini.

”Tidak ada tekanan dalam pembicaraan, hanya pembicaraan biasa. Pak gubernur dan pak bupati paham atas kondisi kami,” ujarnya.

Namun yang menjadi kekhawatiran, justru muncul statemen Rentin.

”Kami tidak paham atas statemen beliau (Rentin, red). Katanya ini program pusat dan akan dilanjutkan,” ujarnya.

Ia pun bersyukur jika Badung dan Denpasar sudah punya tempat penampungan dan pengolahan sampah.

”Apalagi kalau semua punya TPS3R di masing-masing desa, kami berterima kasih,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pemilahan TPA Temesi Ketut Trikaya Wijaya Manik juga bersyukur jika memang benar Denpasar dan Badung punya lahan alternative.

”Karena dari sisi transportasi truk. Kalau dari Suwung ke Temesi, jauh dan merusak jalur Pariwisata,” ujarnya.

Ia berharap, keputusan segera dibuat. ”Kami harap tidak ada inkonsistensi,” pungkasnya.***

Editor : Donny Tabelak
#temesi #Pemprov Bali #gubernur bali #dprd gianyar #wayan koster #tpa suwung