Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Miris! Anjungan Cerdas Rambut Siwi Bertahun-tahun Mangkrak

Muhammad Basir • Rabu, 11 Juni 2025 | 18:09 WIB
MANGKRAK: Anjungan cerdas Rambut Siwi di Jembrana mangkrak. Padahal gedung dibangun dengan dana puluhan miliar.
MANGKRAK: Anjungan cerdas Rambut Siwi di Jembrana mangkrak. Padahal gedung dibangun dengan dana puluhan miliar.

RadarBuleleng.id – Bangunan megah di tengah hamparan sawah Jalan Denpasar–Gilimanuk kembali jadi sorotan. 

Ya, itulah Anjungan Cerdas Rambut Siwi, rest area prestisius yang berdiri di Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali. 

Bangunan tersebut telah rampung dibangun sejak 2018 dengan anggaran puluhan miliar rupiah dari pemerintah pusat. Tapi hingga kini masih mangkrak tanpa pemanfaatan jelas.

Padahal, sejak 31 Oktober 2023 lalu, bangunan tersebut secara resmi telah menjadi aset milik Pemkab Jembrana. Serah terima dilakukan oleh Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian PUPR kepada mantan Bupati Jembrana I Nengah Tamba.

Namun setelah diterima, bangunan itu tetap terbengkalai. Beberapa bagian mengalami kerusakan dan ada aset yang dilaporkan hilang. 

Pemerintah kabupaten kemudian mengalokasikan dana sekitar Rp 2 miliar untuk perbaikan. Saat ini gedung masih dalam tahap pemeliharaan.

“Statusnya sudah resmi menjadi aset Pemkab Jembrana melalui hibah. Tapi pemeliharaan masih berjalan, jadi belum diserahkan secara utuh,” jelas Kepala Bidang Pengelolaan Barang Milik Daerah, I Nengah Suwarbawa.

Meski secara teknis sudah bisa dimanfaatkan, hingga kini belum ada kejelasan rencana pemanfaatan dari pihak berwenang. 

Aset tersebut masih berada di bawah kewenangan Sekretariat Daerah karena belum ada dinas teknis yang ditunjuk untuk mengelolanya.

“Belum ada OPD yang ditetapkan sebagai pengelola. Jadi sementara tetap dikoordinasikan oleh sekretariat daerah,” tambahnya.

Sempat muncul wacana agar Anjungan Cerdas itu digunakan sebagai destinasi wisata baru dan pengelolaannya diserahkan ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. 

Namun rencana tersebut belum terlaksana karena dinas terkait menyatakan belum siap mengelola fasilitas sebesar itu.

“Dulu sempat direncanakan akan diserahkan ke Dinas Pariwisata, tapi mereka belum sanggup menerima,” ungkapnya.

Terkait masa depan Anjungan Cerdas Rambutsiwi, keputusan sepenuhnya berada di tangan Bupati dan Wakil Bupati Jembrana. Pihak pengelola aset kini menunggu arahan resmi dari pimpinan daerah terkait skema pemanfaatan bangunan. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #bangunan #aset #mangkrak #jembrana #anjungan #Pemkab Jembrana