Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Rumah Hancur Tergerus Ombak, Warga Tetap Bertahan Demi Nafkah

Muhammad Basir • Senin, 16 Juni 2025 | 18:23 WIB

 

PORAK PORANDA: Rumah warga di Pantai Pebuahan porak poranda gara-gara digempur ombak pasang.
PORAK PORANDA: Rumah warga di Pantai Pebuahan porak poranda gara-gara digempur ombak pasang.

RadarBuleleng.id – Meski rumah mereka sebagian sudah hancur diterjang ombak, sejumlah warga Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, memilih tetap bertahan. 

Bagi mereka, rumah bukan sekadar tempat tinggal. Tapi juga sumber penghidupan sebagai nelayan dan pedagang.

Salah satu warga, Nisiah, 55, mengaku lebih nyaman tinggal di rumah lamanya meski bagian depan bangunan sudah rusak parah. 

Ia sempat mengungsi dan membangun rumah semi permanen di lahan sewaan, namun akhirnya kembali lagi.

“Waktu ombak besar sempat pindah. Tapi nggak betah. Rumah lama juga tempat saya berdagang,” ujarnya.

Baca Juga: Lapor Pak! Puluhan Kilometer Pantai di Karangasem Bali Berpotensi Abrasi

Kini, hampir semua barang rumah tangga telah ia pindahkan ke tempat tinggal barunya. 

Hanya barang dagangan yang masih ia tinggalkan di rumah lama. Ia tetap berjualan di sana sambil menjaga sisa bangunan.

“Kalau nggak dagang, terus makan dari mana? Lagipula, lebih dekat kalau mau cari ikan,” katanya.

Hal serupa juga disampaikan warga lainnya. Mereka tetap memilih tinggal di tepi laut agar lebih mudah dan cepat melaut. 

Ketika kondisi rumah makin porak poranda, mereka berharap pemerintah segera melanjutkan pembangunan senderan pantai di titik-titik abrasi yang berdekatan dengan pemukiman.

Sementara itu, kerusakan pada bangunan revetment di kawasan Pebuahan semakin parah akibat terjangan ombak besar dalam beberapa hari terakhir. 

Pondasi bagian luar mulai terkikis, dan jalur joging track yang berada di atasnya ikut hancur. “Dua hari lalu ombaknya besar lagi. Revetment makin rusak,” keluh warga.

Beberapa warga juga menyebut, sudah ada tim dari pemerintah yang datang mengecek dan mengukur tingkat kerusakan senderan.

“Kayaknya dari balai yang turun langsung ke sini,” ujar Hariyanto, warga setempat.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPRPKP Jembrana, Gede Sugianta, memastikan bahwa proyek pengaman pantai di Pebuahan saat ini masih dalam masa pemeliharaan. 

Artinya, segala kerusakan yang terjadi masih menjadi tanggung jawab pihak rekanan yang membangun.

“Kami sudah laporkan kerusakan ini ke pihak balai. Perbaikan akan dilakukan, tapi menunggu cuaca membaik,” jelasnya.

Masa pemeliharaan proyek berlangsung selama satu tahun setelah pembangunan rampung di akhir 2024. Setelah masa tersebut berakhir, kerusakan yang terjadi nantinya akan diperbaiki menggunakan anggaran operasional dari balai. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #abrasi #rumah #jembrana #Negara #ombak