RadarBuleleng.id – Presiden RI, Prabowo Subianto dipastikan tidak bisa menghadiri langsung pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 yang akan digelar pada Sabtu (21/6/2025) mendatang.
Sebagai gantinya, acara akan dibuka oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon. Fadli mendapat mandat langsung dari Presiden.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Prof I Gede Arya Sugiartha.
“Baru tadi siang ada arahan dari Bapak Gubernur Bali. Beliau menyampaikan bahwa Presiden sudah memberikan disposisi kepada Menteri Kebudayaan untuk mewakili beliau membuka PKB karena pada hari yang sama Presiden harus melakukan kunjungan kerja ke Rusia,” jelas Prof Arya.
Menurut Prof. Arya, Presiden Prabowo sebenarnya sangat antusias ingin menghadiri langsung pesta seni terbesar di Bali tersebut.
Namun, agenda luar negeri yang sudah dijadwalkan jauh hari membuat kehadiran beliau tidak memungkinkan.
Sebagai pembuka acara, Anggota DPR RI Fadli Zon dijadwalkan akan memimpin pelepasan Peed Aya atau pawai budaya di Monumen Perjuangan Rakyat Bali pada Sabtu pagi.
Selanjutnya, Menteri Kebudayaan secara resmi akan membuka PKB ke-47 di panggung terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali, pada Sabtu malam.
Selain Menteri Kebudayaan, Pemprov Bali juga mengundang Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian; Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana; Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi; Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Enik Ernawati alias Ni Luh Puspa; dan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar.
Terkait persiapan, Prof Arya menyatakan seluruh panitia sudah siap 100 persen. Ribuan seniman akan turut memeriahkan pawai pembuka.
Masing-masing kabupaten/kota mengirimkan 200 hingga 400 orang seniman. Kabupaten Gianyar bahkan menurunkan hingga 800 orang seniman.
“Gedung-gedung di kawasan Taman Budaya hampir rampung semua. Sekarang tinggal sentuhan akhir di Monumen Bajra Sandhi. Kami yakin seluruh persiapan tuntas sebelum hari H,” tegas mantan Rektor ISI Denpasar itu.
PKB ke-47 tahun ini mengusung tema “Jagad Kerthi, Loka Hita Samudaya”, yang bermakna harmoni semesta demi kesejahteraan bersama.
Perhelatan budaya tahunan ini akan dibuka dengan pawai budaya di Renon pada pagi hari dan dilanjutkan seremoni resmi pembukaan di malam harinya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya