Diteror Paket Mencurigakan, Pengusaha India Lapor Polda Bali
Andre Sulla• Senin, 23 Juni 2025 | 16:44 WIB
WNA India, JK Reddy didampingi pengacaranya Yulius Benyamin Seran, S.H (kiri) saat melapor ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali terkait kiriman paket mencurigakan.
Radarbuleleng.jawapos.com- Pengusaha asalIndia beinisial JK Reddy mengalami aksi teror.
Selain melalui WhatsApp Messenger, terbaru ia diteror dengan cara kiriman paket dokumen berisi barang mencurigakan.
Demi keamanan dan kenyamanan, lelaki asal India ini melapor ke Polda Bali, membawa paket kiriman tersebut pada Jumat 20 Juni 2025 sekitar pukul 21.00 WITA.
Kepada wartawan, Yulius Benyamin Seran, S.H., kuasa hukum JK Reddy mengatakan, kejadian bermula ketika ojek online (ojol) membawa paket berisi dokumen akta pendirian perusahaan ke kantor pelapor di Pertokoan Duta Wijaya, Jalan Raya Puputan Nomor 8, Renon, Denpasar, Jumat (20/6) pukul 14.00 WITA.
Paket yang tertera nama pengirim Kumar Abhishek, itu diterima oleh Operational Manager Tony Balan bersama seorang security.
Ketika kotak dibuka dan diketahui ada sebatang rokok, mereka kemudian menyampaikannya kepada J.K. Reddy tanpa menyerahkan paket, karena khawatir membahayakan sang atasan.
Kliennya merasa terancam. Ia khawatir kiriman paket yang diselipkan sebatang rokok di dalam dokumen perusahaan merupakan jebakan. Karena itu, investor India ini menempuh jalur hukum.
Ia melaporkan temuan ini ke Polda Bali. Jika paket berisi sebungkus rokok dan masih tersegel rapi, maka tidak dicurigai.
"Ini satu batang rokok, sehingga klien saya merasa terancam. Khawatir jebakan seperti kejadian di Buleleng, menjebak rekan bisnisnya dengan narkoba," kata Benyamin Seran di Denpasar, Minggu (22/6).
Kuat dugaan adanya peristiwa hukum dalam pengiriman paket ini, lelaki India ini didampingi kuasa hukum datang dan melaporkan masalah ini ke Polda Bali malam itu juga.
"Rokoknya sudah diuji polisi, tetapi tidak mengandung ganja. Walaupun demikian, masih menunggu hasil dari Labfor,” katanya.
Dijelaskan Benyamin, kliennya merasa terancam bukan tanpa alasan, pengirim bernama Kumar Abhishek sementara bermasalah dengan Reddy.
Dikatakan, tiga bulan terakhir Kumar Abhishek mengirim pesan via email dan WA yang membuat investor ini tidak nyaman, sebab akan dilaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham luar biasa dengan agenda pembubaran perusahaan, 27 Juni nanti.
Ini terpaksa dilakukan, karena Kumar diduga mau menjual saham kepada perusahaan lain. “Ya, diduga Kumar Abhishek tidak setor uang, malah ingin jual saham,” tutupnya.
Petugas memeriksa paket mencurigakan Jumat, 20 Juni 2025.
Dikonfirmasi terpisah, Kumar Abhishek membenarkan bahwa dialah yang mengirim dokumen tersebut.
Isinya bukan rokok atau barang berbahaya seperti racun atau narkoba. Ia mengklaim tidak ada niat sama sekali untuk mencelakai J.K. Reddy.
“Kami berdua teman kerja. Status saya di perusahaan itu komisaris,” kata Kumar.
Lebih lanjut dijelaskan, sekitar enam bulan lalu ia meminta orang pintar dari daerah Jawa untuk mendoakan keluarganya, sekaligus usaha bersama J.K. Reddy. Karena hubungan keduanya sudah tidak baik lagi, Kumar tidak mau bertemu dengan Reddy.
"Saya tidak ingin ada pertengkaran lagi, saya kirim dokumen, beserta bunga, kemenyan, air doa, dan apalagi saya lupa," ungkapnya.
Berkas dan benda-benda itu dikirim ke perusahaan, lantaran dirinya tidak memiliki brankas. Kumar tak menyangka bahwa niat baiknya kemudian dilaporkan ke Polda Bali.
"Meski sekarang saya sudah keluar dari perusahaan, namun sama sekali tidak ada niat untuk menolaknya," kata Kumar sembari menyatakan pengunduran dirinya dari komisaris perusahaan, tak ada paksaan dari pihak manapun.
"Saham saya kecil di perusahaan, saya banyak kesibukan sehingga memilih mundur," tutupnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali Kombes Pol Ariasandy, S.I.K., membenarkan bahwa Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Bali melayaninya.
"Sudah buatkan berita acara, agar melengkapi bukti pendukung dugaan tindak pidana pengancaman sebagaimana dalam pasal 335 KUHP," ujar Jubir Polda Bali.***